Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Berhasil Tanam Jagung di Lahan Tambang, PT MSM dan PT TTN Bakal Jadi Pilot Project Kementan

Berhasil Tanam Jagung di Lahan Tambang, PT MSM dan PT TTN Bakal Jadi Pilot Project Kementan

Penanaman perdana benih jagung unggulan JH 37, dihadiri Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Sulut, Dr. Ir. Yusuf, perwakilan Fakultas Pertanian Unsrat Prof. Ir. D. Pandiangan MSi, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut Ir. D. Palandeng, MSi, Perwakilan PT. Twin, Rochimin, serta kelompok tani yang terlibat dalam program ini.(Foto:ist)
Penanaman perdana benih jagung unggulan JH 37, dihadiri Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Sulut, Dr. Ir. Yusuf, perwakilan Fakultas Pertanian Unsrat Prof. Ir. D. Pandiangan MSi, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut Ir. D. Palandeng, MSi, Perwakilan PT. Twin, Rochimin, serta kelompok tani yang terlibat dalam program ini.(Foto:ist)

 

LIKUPANG, Swarakawanua– Terobosan PT Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) menanam bibit jagung di lahan pertambangan menjadikan lokasi tersebut bakal dijadikan pilot project atau lokasi percontohan. Pasalnya, ada juga yang pernah menanam jagung di lokasi tambang di Kalimantan namun tidak berhasil. Hal itu diungkapkan Direktur Pembenihan Kementerian Pertanian RI, Dr Ir Mohammad Takdir MA, saat melakukan penanaman perdana di lokasi Tokatindung Reference Integrated Ecofarming Development (TRIED), akhir pekan lalu (30/11). “Saya kaget sewaktu mengetahui bahwa ada program kemitraan dari perusahaan tambang yang berhasil mengembangkan benih jagung unggulan di area pertambangan. Ini luar biasa. Karena pernah dilakukan program yang sama di Kalimantan, justru gagal,” katanya.
Mohamad Takdir pun mengapresiasi dua anak perusahaan PT Archi Indonesia, yang menurutnya, sesuai instruksi Presiden Jokowi, bahwa semua lini harus meminimalisasikan upaya import, termasuk import benih Jagung. “Keberhasilan menanam benih di areal pertambangan yang dilakukan PT MSM dan PT TTN, adalah sebuah langkah maju dan akan dijadikan pilot project,” tandasnya.
Di sisi lain, Kepala Balai Penelitian Serelia, Dr. Ir. Moh. Azrai, mengapresiasi PT. MSM dan PT. TTN yang turut mengambil bagian dalam upaya ketahanan pangan nasional. “Saya sangat berterimakasih kepada kedua perusahaan ini yang turut mengambil bagian dalam pengembangan benih jagung. Hal ini sebagai sebuah upaya mendukung program pemerintah dalam upaya ketahanan pangan nasional,” ujar Aziz.
Menurutnya, membangun korporasi pembenihan tidak mudah, karena terdapat regulasi berlapis. Karena itu, tidak bisa sembarang mengeluarkan sertifikasi benih. Namunpun demikian, menurutnya, menanam bibit jagung merupakan peluang bisnis menjanjikan.
Direktur PT MSM dan PT MSM, David Sompie memaparkan, kegiatan ini merupakan kali kedua dilakukan. Pertama jenis NASA 29 yang sudah mengembangkan jagung produksi, serta JH 37 untuk pengembangan benih jagung.
“Selain program pengembangan 30 kelompok Peternak, kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Corporate Social Responsbility (CSR) PT. MSM dan PT. TTN. Jika sertifIkasi NASA 29 terkendala di regulasi untuk pemasarannya, maka saat ini dengan kerja sama yang semakin lengkap, kiranya harapan itu dapat terwujud,” ujar Sompie.
Rangkaian program ini, lanjutnya, adalah bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT. MSM dan PT.TTN yang sudah berjalan sejak 2018. Uji coba produksi jagung hibrida di area TRIED, melibatkan BPTP dan Balit Serelia Kementerian Pertanian.
Keseluruhan penatalaksanaan kegiatan ini dilakukan secara Corporate Farming, dimana keterlibatan Anggota Kelompok Tani yang bekerja dalam satu pengelolaan budidaya, dengan pola olah lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen secara serentak dan bersamaan dalam kordinasi Corporate Management (Pola Mapalus Modern).
Sompie pun sangat mengapresiasi dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan program ini. Kolaborasi Kementerian Pertanian RI, Balai Penelitian Serelia Maros, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut, PT Twins, Universitas Sam Ratulangi dan kelompok-kelompok tani binaan PT MSM dan PT TTN, diyakini akan semakin membuat program ini berhasil dan berdayaguna.
Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat yang telah dikembangkan PT. MSM dan PT. TTN untuk komoditas jagung, adalah penanaman benih jagung Hibrida var NASA 29, hasil produksi TRIED yg diujicobakan di luasan 50 hektar lahan oetani.
Program ini melibatkan 4 kelompok tani, yang tergabung dalam Gapoktan Mapalus 1 Desa Winuri dan Desa Kalinaun Kabupaten Minahasa Utara, serta Kelurahan Pinasungkulan Kota Bitung, dengan target produksi 6 ton per hektar (rata-rata produktivitas jagung di minut 3,5 ton per hektar), dari rata-rata produktivitas nasional 7,5 ton per hektar, dan potensi genetika varietas 13 ton per hektar.
Untuk jagung benih, kedua perusahaan ini bekerjasama dalam program Kementerian Pertanian, Direktorat Pembenihan untuk memroduksi benih Jagung Hibrida korporasi Varietas JH, dirilis Balai Penelitian Serelia Maros, kemudian disalurkan melalui PT Twin.
Selanjutnya, melalui program Corporate Farming PT MSM dan PT TTN, benih ditanam di luasan lahan 32.5 hektar (dari total 250 hektar se Sulut), dengan melibatkan 3 kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Mapalus 2 di Desa Maen dan Desa Marinsow Kabupaten Minahasa Utara, serta Kelurahan Pinasungkulan, Kota Bitung, dengan target produksi sebesar 5 Ton per Ha.
Kelompok-kelompok yang terlibat adalah, kelompok Tani Anugerah Maen, kelompok Maju Bersama Pinasungkulan, kelompok Maju Jaya Marinsow dan kelompok Berkarya Winuri.
Roy Pitoy, ketua kelompok tani Anugerah Maen, mengungkapkan kegembiraannya dengan diluncurkan program ini. Dia berharap program ini berjalan baik.
“Sebagai petani, saya sangat mengharapkan program ini sukses, bukan saja panen, namun juga pasca produksi dan pemasarannya” kata Pitoy.
Acara penanaman perdana benih jagung unggulan JH 37, juga dihadiri Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian Sulut, Dr. Ir. Yusuf, Perwakilan Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi Prof. Ir. D. Pandiangan MSi, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut Ir. D. Palandeng, MSi, Perwakilan PT. Twin, Rochimin, serta kelompok tani yang terlibat dalam program ini.(ril/gyp)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *