Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Terima Sertifikat dari Jokowi, Hamzah Tinggalkan Profesi Pekerja Serabutan

Terima Sertifikat dari Jokowi, Hamzah Tinggalkan Profesi Pekerja Serabutan

Hamzah Papeo, warga Kelurahan Singkil, Kota Manado.(Foto: gyp)
Hamzah Papeo, warga Kelurahan Singkil, Kota Manado.(Foto: gyp)

 

MANADO, Swarakawanua –Entah mimpi apa semalam, Hamzah Papeo boleh dikata mujur. Kamis 4 Juli 2019, buruh serabutan ini bertemu langsung dan berjabatan tangan dengan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo. Hamzah sebagai penerima sertifikat dari Kota Manado dipanggil untuk hadir ke acara penyerahan sertifikat tanah yang dihadiri Presiden Jokowi, di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Manado. Dari ratusan peserta yang dihadirkan dari beberapa kabupaten/kota di Sulut, ayah dari satu anak ini ditunjuk naik ke atas stage bersama dua warga lainnya untuk menjawab pertanyaan Presiden. Seperti biasanya, saat bersua dengan warga, Presiden Jokowi senang memberikan pertanyaan kepada warga. Dan hadiahnya adalah sepeda bertuliskan Hadiah Presiden Jokowi. “Saya rasanya menggigil saat berjabatan tangan dengan Presiden. Saya senang bercampur gugup, karena seumur hidup saya baru sekarang bertemu langsung dengan Presiden, orang nomor satu di Indonesia,” tutur Hamzah saat diwawancara.
Dan di hari itupun Hamzah menuai tiga keberuntungan yaitu berhadapan dengan Presiden Jokowi, menerima sertifikat tanah dan mendapat hadiah sepeda langsung dari Presiden.
Hamzah menuturkan, sertifikat tanah yang diterima langsung dari Presiden Widodo, akan dipakainya untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Jika selama ini Hamzah menghidupi keluarga dari hasil kerja sebagai buruh serabutan, dengan adanya sertifikat tanah, Hamzah akan mencari pinjaman untuk modal usaha. “”Sertifikat tanah ini akan saya jadikan agunan di bank untuk mendapat pinjaman modal. Saya mau buka usaha jual beras,” ungkapnya.
Hamzah pun berterimakasih dengan kebijakan Presiden Jokowi yang membangun infrastruktur jalan karena secara langsung maupun tidak langsung, bernilai ekonomis bagi warga. “Bisnis jadi cepat, kalau kita mau ke pasar di wilayah lain,” ungkapnya.
Pria yang tengah menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi ini pun kembali ke rumah dan membawa hadiah sepeda. Sepeda diangkut ke rumah  dengan sepeda motor, untuk diberikan pada anak tercintanya yang telah duduk di semester IV bangku perkuliahan.(gyp)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *