Print This Post Print This Post
Home / Advertorial / Dua Hari di Sulut, Presiden Jokowi All Out Dukung Semangat Gubernur Olly Bangun Pariwisata

Dua Hari di Sulut, Presiden Jokowi All Out Dukung Semangat Gubernur Olly Bangun Pariwisata

Presiden RI Joko Widodo menggelar rapat terbatas di atas kapal yang tengah berlayar di perairan Teluk Manado, Jumat 5 Juli 2019.(Foto: Presiden Joko Widodo_Fb)
Presiden RI Joko Widodo menggelar rapat terbatas di atas kapal yang tengah berlayar di perairan Teluk Manado, Jumat 5 Juli 2019.(Foto: Presiden Joko Widodo_Fb)

MANADO, Swarakawanua—Presiden RI Joko Widodo di depan warga Sulut menyatakan apresiasinya atas naluri tajam Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang memilih untuk membangun sektor pariwisata Sulut. “Ekonomi di sini mengarah ke pariwisata. Feeling Pak Gubernur (Olly Dondokambey) bagus sekali,” ungkap Kepala Negara yang akrab disapa Jokowi ini. Untuk itu, Jokowi berjanji akan mendukung pembangunan infrastruktur pariwisata demi menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Sulut. Jokowi mengaku telah mendengar setiap usulan dari Gubernur Olly terkait pembangunan infrastruktur pariwisata yang dikerjakan di Sulut. Hal itu dikatakan Presiden saat Penyerahan 2.000 Sertifikat Hak Atas Tanah Untuk Masyarakat, yang digelar di gedung Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, Kamis 4 Juli 2019.

Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan kepada Presiden RI Joko Widodo terkait potensi dan rencana serta kendala dalam pengembangan KEK pariwisata Likupang.(Foto: ist)
Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan kepada Presiden RI Joko Widodo terkait potensi dan rencana serta kendala dalam pengembangan KEK pariwisata Likupang.(Foto: ist)

 

Pujian Presiden atas kejelian Gubernur Olly dalam mengangkat pariwisata sebagai prime mover pembangunan di Sulut memang beralasan. Gubernur pilihan rakyat Sulut ini telah membuktikan sejak memimpin, mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata Sulut hingga 600 persen. Itu sebagaimana ditulis Presiden di akun Facebook ‘Presiden Joko Widodo’ sesaat sebelum pesawat lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Manado, bahwa Sulut sebagai Provinsi The Rising Star dalam sektor pariwisata Indonesia. “Empat tahun terakhir Provinsi Sulawesi Utara ini mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisata hingga 600 persen. Saya ke sana hendak meninjau infrastruktur pendukung pariwisata itu,” tulis Presiden dalam postingan di Facebook.

Diketahui, wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000. Begitu juga pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen.

Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Kamis 4 Juli 2019.(Foto: hms)
Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Kamis 4 Juli 2019.(Foto: hms)

 

Wagub Sulut Steven Kandouw bersama Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Devi Kandouw-Tanos, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan istri menyambut Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di VIP room Pemprov Sulut di Bandara Sam Ratulangi.(Foto: dok/jeff)
Wagub Sulut Steven Kandouw bersama Wakil Ketua TP PKK Sulut dr Devi Kandouw-Tanos, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan istri menyambut Presiden RI dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di VIP room Pemprov Sulut di Bandara Sam Ratulangi.(Foto: dok/jeff)

 

Jokowi ke Sulut diakuinya untuk mengecek apa saja yang perlu dilakukan pemerintah pusat, dan apa yang dapat dilakukan pemerintah di daerah. Hal ini perlu dilakukan dan digenjot, mengingat permintaan untuk turis asing masuk ke Sulut sudah banyak. “Ada permintaan travel agent, dan dari travel biro, yang mana banyak sekali turis yang ingin datang ke Manado,” imbuhnya. Dan (pangsa pasar) itu yang dikejar sehingga Presiden Jokowi merasa perlu untuk menggenjot segera pembangunan infrastruktur penunjang. “Ini kejar-kejaran kita. Kita ini dikejar oleh turis yang ingin masuk, tapi runway kurang panjang, terminal airport-nya kurang besar, produknya banyak yang harus disiapkan. Jadi kejar-kejaran kita, jangan sampai ditinggal oleh konsumen. Kenapa kita ke lapangan? Kita ingin mengejar itu. Kalau kita biasa-biasa, kita mungkin nggak (upaya). Tapi ini, ada keadaan luar biasa yang (mendesak) turis ingin masuk tapi harus siapkan. Tahun depan semuanya, airportnya, runwaynya, Likupang, di Lembeh Bitung itu juga kita harapkan tahun depan sudah mulai yang jembatannya. Termasuk beberapa tempat yang tadi malam di pinggir pantai, ada pembenahan,” simpulnya saat diwawancara wartawan di Bunaken.

 

Presiden Joko Widodo saat diwawancara wartawan di Bunaken.(Foto: ist)
Presiden Joko Widodo saat diwawancara wartawan di Bunaken.(Foto: ist)

Dikatakan Presiden, ada tiga lokasi wisata yang akan dibenahi karena menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan. “Bunaken, plus di Likupang dan satu lagi di (Pulau) Lembeh. Tiga itu saya kira menjadi kekuatan (pariwisata) di sini. Karena itu mulai langsung tahun ini, tahun depan sudah selesai. Anggaran dari pusat semua,” ujarnya saat diwawancara di Bunaken. Dikatakannya , di Sulut, hotel masih kurang karena ada masalah tata ruang. “Investor sudah ada tapi tata ruang belum memungkinkan. (Itu) Kita selesaikan, oleh sebab itu Kepala BPN (Badan Pertanahan Nasional) ada, Menteri PU yang berkaitan dengan itu ada,” katanya.

Diungkapkan Presiden, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang turut mendampinginya dalam kunjungan ke Sulut, sempat berbisik padanya jika pembangunan berbagai fasilitas infrastruktur di daerah itu mahal. Tetapi Presiden mengingatkan, meskipun mahal nantinya akan ada income-nya yang masuk dari para wisatawan. “Ada devisa masuk dari wisatawan. Kita juga punya hitung-hitungan mengeluarkan tetapi punya hitung-hitungan kembali ke negara apa, bukan awur-awuran, bukan mengeluarkan aja yang bener aja,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden dan Ibu Negara menikmati keindahan alam bawah laut Bunaken.(Foto: ist)
Presiden dan Ibu Negara menikmati keindahan alam bawah laut Bunaken.(Foto: ist)

Dalam kunjungannya ke Sulut, Presiden juga memboyong para menteri terkait yakni Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, serta Staf Khusus Presiden Johan Budi. “Saya datang untuk cek satu-satu. Biar terintegrasi, semua kementerian ikut, Angkasa Pura, Gubernur, Bupati dan Walikota ikut bersama-sama. Ini kalau tidak diintegrasikan, tidak akan selesai-selesai. Padahal turisnya sudah ingin berbondong-bondong ke sini,” ungkapnya.

Di pihak lain, Gubernur Olly Dondokambey mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi atas pembangunan sektor pariwisata Sulut. “Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi yang sudah berkali-kali mengunjungi Sulut. Atas semua ini, kami akan mendukung terus kepemimpinan Bapak Presiden selama lima tahun ke depan,” ucap Olly.

 

PEMBANGUNAN BANDARA SAM RATULANGI DIMULAI SEPTEMBER

Presiden Jokowi mendapat penjelasan Gubernur Olly Dondokambey saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Kamis 4 Juli 2019.(Foto: hms)
Presiden Jokowi mendapat penjelasan Gubernur Olly Dondokambey saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado pada Kamis 4 Juli 2019.(Foto: hms)

Menurut Presiden pembangunan terminal Bandara Sam Ratulangi langsung dikerjakan, September mulai dan Agustus 2020 selesai, kerja siang malam. Sementara soal runway Bandara Sam Ratulangi yang dilaporkan kurang panjang, menurut Presiden Jokowi, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang runway agar pesawat badan besar bisa turun di Manado. “Terminal di sini memang sudah tidak mencukupi lagi apabila yang ingin datang kita terima semuanya. Dan juga runway-nya masih kurang panjang sedikit apabila yang berbadan lebar ingin turun ke Manado. Sebab itu kita perintahkan, segera bangun terminal yang baru. Jadi akan dibangun September 2019 dan Agustus 2020 sudah rampung. Paralel dengan itu kita juga akan masuk dengan produknya, yakni pembangunan-pembangunan yang berada pada kawasan-kawasan wisata yang ada di sini. Ini juga harus sudah selesai,” tandasnya.

Presiden Joko Widodo saat meninjau terminal penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado.(Foto: ist)
Presiden Joko Widodo saat meninjau terminal penumpang Bandara Sam Ratulangi Manado.(Foto: ist)

Runway Bandara Sam Ratulangi Manado saat ini dapat menampung critical aircraft sampai denganweight body, airbus 320. Untuk apron, kapasitasnya memadai. Yang akan dikembangkan adalah terminal penumpang dengan luasan 26 ribu meter, kemudian kapasitasnya 2,5 juta penumpang per tahun. Dan saat ini realisasi pertumbuhan yang cukup bagus 8 persen, sudah mencapai 2,7 juta per tahun pada tahun 2018 sehingga manajemen Angkasa Pura I akan melakukan proses pengembangan tambahan terminal baru 30 ribu meter persegi. Dengan terminal yang baru diharapkan dapat menampung 6 juta penumpang per tahun.

 

PEMBANGUNAN KEK TANJUNG PULISAN LIKUPANG

Peninjauan di KEK Tanjung Pulisan di Likupang Kabupaten Minahasa Utara.(Foto" ist)
Peninjauan di KEK Tanjung Pulisan di Likupang Kabupaten Minahasa Utara.(Foto” ist)

Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata Tanjung Pulisan, Likupang, Minahasa Utara,  menurut Jokowi, perlu kerja yang terintegrasi antara Pemkab, Pemkot, Pemprov dan pemerintah pusat. “Ini ada tanah eks BUMN. Gak akan mulai-mulai. Di Sulut banyak sekali yang menyampaikan dari maskapai travel biro tapi di sini ada yang sudah siap adayang belum siap. Pemerintah pusat ingin mem-back up yang belum siap. KEK, jalan belum lebar diperlebar, tol rampung, tata ruang nanti malam kita rapat terbatas. Semuanya biar clear mumpung ada menteri BPN. Kalau diselesaikan di Jakarta tidak akan selesai. Daerah selesaikan sendiri juga tidak bisa. Ada kawasan ekonomi khusus tapi swasta masih ragu-ragu. Nanti kalau KEK selesai mereka harus langsung investasi konkrit. Pelaku pariwisata bekerja, pemerintah bekerja. Banyak sekali yang harus dikerjakan supaya ketemu semuanya,” urainya.

Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menikmati suasana di Tanjung Pulisan, Likupang.(Foto: ist)
Presiden RI Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menikmati suasana di Tanjung Pulisan, Likupang.(Foto: ist)

Selanjutnya, pemerintah daerah harus membuat annual event yang pasti, minggu ke berapa bulan apa. Ini juga disiapkan. Minimal Sabtu-Minggu ada tontonan. Di sini kan banyak tontonan budaya. Harus ada. Masyarakat juga harus membenahi misalnya yang berkaitan dengan budaya bersih, senyum, budaya melayani dan tentu saja yang berkaitan dengan hal hal kecil seperti restoran dijaga kebersihan toiletnya. Ini pekerjaan yang besar,” imbuhnya.

 

PLAZA UNTUK PANTAI MANADO JUGA DIPERBAIKI

Presiden di lokasi wisata Jendela Indonesia yang terletak di Boulevard Manado.(Foto: ist)
Presiden di lokasi wisata Jendela Indonesia yang terletak di Boulevard Manado.(Foto: ist)

 

Presiden Jokowi mendengar ada banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Sulut. Hal tersebut menumbuhkan rasa ingin tahu Presiden akan destinasi wisata yang dimaksud. Usai dari penyerahan sertifikat tanah di Graha Gubernuran, kurang lebih pada pukul 21.00 Wita, Jokowi memutuskan untuk menyambangi dan melihat langsung salah satu destinasi wisata populer di daerah tersebut, yakni Jendela Indonesia yang berlokasi di Jalan Piere Tendean, Sario Tumpaan, Sario, Kota Manado.

Kedatangan Presiden Jokowi di Boulevard Manado, disambut warga yang sudah menantinya.(Foto: ist)
Kedatangan Presiden Jokowi di Boulevard Manado, disambut warga yang sudah menantinya.(Foto: ist)

Sesampainya di lokasi, Presiden langsung mengunjungi gerai yang menjual produk kuliner setempat. Kepala Negara juga ingin mengetahui sejumlah fasilitas publik yang ada untuk mengetahui kesiapan pengelola dan masyarakat dalam hal kenyamanan dan kebersihan area wisata. “Sekarang kerja enggak bisa makro. Mikro (detail) harus diikuti sehingga betul-betul tampak mana yang harus di- backup oleh pemerintah pusat, mana yang bisa dikerjakan pemerintah provinsi, mana yang swasta,” kata Presiden mengenai kunjungannya itu.

Presiden mengamati produk-produk yang dipasarkan di pasar souvenir di lokasi Jendela Indonesia Boulevard Manado.(Foto: ist)
Presiden mengamati produk-produk yang dipasarkan di pasar souvenir di lokasi Jendela Indonesia Boulevard Manado.(Foto: ist)

Indonesia adalah sebuah tempat wisata di Kota Manado yang dalam 2,5 tahun belakangan sukses berkembang menjadi sebuah pusat aktivitas wisata. Pusat kuliner yang mengedepankan hidangan khas Indonesia serta UKM-UKM lokal yang menjajakan produk yang menjadi pelengkap daya tarik objek wisata di dekat pantai yang oleh warga setempat disebut Boulevard Manado. “Di sini menurut saya ada sebuah peluang besar untuk menarik wisatawan, turis, yang itu akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang baik bagi Provinsi Sulawesi Utara,” ujar Jokowi sebagaimana dikutip dari portal resmi Kepresidenan RI. “Ternyata peminatnya (wisatawan) sangat banyak. Seiring dengan itu, fasilitasnya jangan terlambat diperbaiki,” tuturnya.
Presiden sendiri bersama jajaran terkait rencananya akan membicarakan lebih detail mengenai segala urusan yang berkaitan dengan pariwisata di Sulawesi Utara. “Mungkin besok sebelum terbang ke Jakarta kita mau rapat terbatas untuk urusan tata ruang yang menghambat. Harus diselesaikan. Jangan sampai regulasi-regulasi yang ada itu tidak memberikan kecepatan, tapi malah menghambat keputusan-keputusan lapangan,” Presiden menambahkan.

 

BUNAKEN AKAN DIKEMBANGKAN BERDASARKAN KLASTER

Presiden menyapa warga Bunaken.(Foto: ist)
Presiden menyapa warga Bunaken.(Foto: ist)

Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dalam rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, Jumat 5 Juli 2019 meninjau Taman Nasional Bunaken.
“Kita ingin melihat lapangan di mana ada potensi-potensi yang bagus, yang dipakai untuk pariwisata. Tapi memang ini adalah area konservasi yang juga harus hati-hati,” ujar Presiden di Dermaga Bunaken.

Presiden Jokowi mengamati suasana di Dermaga Bunaken.(Foto: ist)
Presiden Jokowi mengamati suasana di Dermaga Bunaken.(Foto: ist)

Presiden Joko Widodo berharap potensi pariwisata yang ada di lokasi itu terus dirawat dan dipelihara dengan baik. Menurutnya, lokasi tersebut dapat menjadi salah satu kekuatan pariwisata terbesar di Sulawesi Utara di masa mendatang. “Saya kira ini potensi yang sangat baik, tapi memang harus dirawat dan dijaga jangan sampai sampah plastik masuk ke sini. Dulu banyak, sekarang tadi saya lihat sudah (bersih) karena rutin dari pemerintah daerah selalu membersihkan sampah-sampah lautnya,” ujarnya.
Pemerintah, katanya, akan segera menyusun perencanaan dulu untuk membuat klaster-klaster sehingga penduduknya di sebelah mana jelas, tempat wisata di mana jelas, area konservasinya di mana juga jelas.
Presiden juga saat berkunjung ke Bunaken mendengarkan keluhan warga setempat. “Tadi ada ibu mengeluh masalah di Bunaken adalah air bersih dan listrik. Itu akan diselesaikan,” ujarnya.

 

 

JALAN TOL MANADO-BITUNG AKAN DIRAMPUNGKAN AWAL 2020

 Presiden saat peninjauan progres pembangunan jalan tol Manado-Bitung, di simpang susun Airmadidi.(Foto: ist)
Presiden saat peninjauan progres pembangunan jalan tol Manado-Bitung, di simpang susun Airmadidi.(Foto: ist)

 

 

Presiden mengatakan bahwa jalan tol tersebut ditargetkan untuk diselesaikan pada awal tahun depan. Kendala yang ada di lapangan juga disebutnya dapat segera teratasi. “Tadi saya sudah perintah Jasa Marga untuk secepatnya bisa diselesaikan. Mungkin maksimal Maret-April. Insya Allah” ucapnya.
Jalan tol sepanjang 39,9 kilometer tersebut merupakan salah satu proyek strategis nasional. Proyek yang menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung, diharapkan mendukung peningkatan mobilitas dari dua kota tersebut, mendukung sektor wisata, serta pertumbuhan ekonomi di kota-kota sekitarnya. Jalan tol ini juga akan menjadi jalan akses utama ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung dan Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulawesi Utara. “Bisa nanti larinya ke pariwisata, bisa larinya ke industri. Karena nanti di Pulau Lembeh itu menjadi titik pariwisata baru di Bitung meskipun (perlu) dukungan industri terutama perikanan dan KEK yang nanti juga berhubungan dengan pelabuhan,” kata Presiden.

 

TAHUN DEPAN, JEMBATAN PENGHUBUNG PELABUHAN BITUNG DAN PULAU LEMBEH DIBANGUN

Presidenmeninjau dermaga Pelabuhan Bitung.(Foto: ist)
Presidenmeninjau dermaga Pelabuhan Bitung.(Foto: ist)

 Upaya Gubernur Olly Dondokambey membangun konektivitas melalui jembatan yang akan menghubungkan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh bakal segera terwujud. Pemerintah pusat berjanji mendukung penuh pembangunan jembatan Lembeh. “Tahun depan jembatannya dimulai dari sini ke Lembeh, nanti pariwisatanya hidup, industrinya hidup di kawasan yang berbeda,” ucap Jokowi didampingi Gubernur Olly.

Meski jembatan berdiri, menurut Presiden, industri pelayaran juga tidak serta merta gulung tikar. “Nanti otomatis datang kalau turisnya banyak, tidak hanya di sekitar Manado ataupun di Bunaken tapi ini juga salah satu alternatif yang bisa dilihat bagus loh, bawah airnya juga cantik jadi industri ya dialihkan, kan ada yang lain, di sini bukan hanya urusan ke Lembeh saja, ke Ternate, Tobelo,” tutur Presiden.

Kepala Negara dan Gubernur Sulut beserta menteri terkait terlibat diskusi saat berkunjung ke Pelabuhan Bitung.(Foto: ist)
Kepala Negara dan Gubernur Sulut beserta menteri terkait terlibat diskusi saat berkunjung ke Pelabuhan Bitung.(Foto: ist)

Jokowi juga mengungkapkan perbaikan Pelabuhan Bitung untuk mendorong volume ekspor-impor melalui pelabuhan tersebut. “Banyak yang ingin masuk ke sini, ini ujung yang dekat dengan Filipina, dekat dengan Asia bagian Timur. Ini ada kekuatan yang bisa dipakai di sini, baik untuk mengekspor maupun mengimpor barang-barang tertentu,” katanua.
Pelabuhan Bitung sendiri adalah pelabuhan internasional yang ditargetkan dapat mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang dinyatakan sebagai salah satu prioritas pembangunan pemerintah.

Presiden langsung memerintahkan jajaran menteri terkait untuk memulai membangun fasilitas industri dan pariwisata di Bitung.(Foto: ist)
Presiden langsung memerintahkan jajaran menteri terkait untuk memulai membangun fasilitas industri dan pariwisata di Bitung.(Foto: ist)

Keberadaan Pelabuhan Bitung juga akan mendukung kegiatan industri kawasan timur Indonesia meliputi Ambon dan Ternate (pertanian, industri, dan pertambangan) serta Samarinda, Balikpapan, Tarakan, dan Nunukan (batubara, minyak bumi, dan kayu lapis). “Ini sekali lagi kita tetap melihat fasilitas-fasilitas yang mendukung KEK, begitu fasilitas-fasilitas pendukungnya siap, maka KEK-nya berjalan,” kata Presiden.
Saat ini Pelabuhan Bitung sedang dalam masa perbaikan dan ditargetkan dapat selesai pada Oktober 2019. “Kami ingin melihat semuanya, misalnya pelabuhan ini akan dimulai perbaikan pada bulan Oktober sehingga bisa untuk pelabuhan rakyat dan pelabuhan yang ada sekarang. Sudah tadi saya sampaikan, Pak Walikota, Pak Gubernur juga, lahan disiapkan dari pemda, kemudian ada yang bangun dari Kementerian Perhubungan. Setahun lah rampung,” kata Presiden Jokowi.(adv)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *