Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / GMIM Sion Matungkas Masuki New Normal, Pdt Billy Siap Jika Gubernur, Wagub dan Kapolda Mampir dan Tinjau Peribadatan

GMIM Sion Matungkas Masuki New Normal, Pdt Billy Siap Jika Gubernur, Wagub dan Kapolda Mampir dan Tinjau Peribadatan

Ketua Jemaat GMIM Sion Matungkas, Pdt Billy Johanis STh, yang juga Ketua Granat Sulut.(Foto: dok/pri)
Ketua Jemaat GMIM Sion Matungkas, Pdt Billy Johanis STh, yang juga Ketua Granat Sulut.(Foto: dok/pri)

 

DIMEMBE, Swarakawanua.com- Peraturan Gubernur Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat Produktif dan Aman Covid 19 di Sulut, telah memberi pencerahan baru bagi mereka yang tinggal berbulan-bulan di rumah dan mereka yang menantikan berkat dari sorga melalui pekerjaan, termasuk dalam kegiatan bergerak dan berjemaat. Ketua Jemaat GMIM Sion Matungkas di Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara (Minut), Pdt Billy Johanis STh memastikan langkah dalam memasuki era new normal atau kebiasaan baru dalam kegiatan keagamaan di rumah ibadah yang sangat dinantikan oleh jemaat dan umat. “Dunia baru atau kenormalan baru, ibarat serupa tapi tak sama. Memasuki New Normal atau kenormalan baru sangat dibutuhkan, ibarat hidup baru, atau kebiasaan baru. Kebiasaan baru itu adalah, setiap kita berada di luar rumah harus menggunakan masker dan ketika berada dalam kerumunan banyak orang entah di pasar, mall, di mobil, tempat wisata termasuk di tempat-tempat ibadah, kita harus didahului dengan cuci tangan, jangan bersentuhan dan jaga jarak. Kebiasaan-kebiasaan ini yang sekarang harus kita taati dan laksanakan secara disiplin kalau kita mau Covid-19 ini cepat berakhir dan kalau kita inginkan kita bersama keluarga kita tidak menjadi korban sia-sia Covid-19 ini,” urainya.

Thermo gun disiapkan untuk mengukur suhu tubuh anggota jemaat yang masuk ke dalam gereja.(Foto: ist)
Thermo gun disiapkan untuk mengukur suhu tubuh anggota jemaat yang masuk ke dalam gereja.(Foto: ist)

Pendeta yang juga Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat) Sulut ini kemudian lebih detail melihat dalam Pergub No.44 Tahun 2020 Pasal 19 tentang kegiatan keagamaan di rumah ibadah, yang mengatur, bagaimana gereja dan para pemimpinnya menjadi barisan terdepan untuk melakukan sosialisasi dan edukasi kepada jemaat tentang physical distancing dan social distancing. Ini bukan hanya sebagai slogan saja, tapi gereja harus menyiapkan sarana prasarana.

Jaga jarak duduk antar jemaat di gereja.(Foto: ist)
Jaga jarak duduk antar jemaat di gereja.(Foto: ist)

Terkait penerapannya, Pdt Billy mengatakan, di depan gereja harus ada tempat cuci tangan, kemudian duduk di gereja harus jaga jarak, tidak saling meminjam Alkitab, harus menggunakan masker, menyiapkan alat tes suhu tubuh, menyiapkan alat semprot sprayer desinfektan yang dilakukan secara rutin sebelum dan sesudah ibadah. “Itu kalau mau anggota jemaat kita tetap sehat dan tidak saling menjangkitkan di antara kita. Jemaat GMIM Sion Matungkas telah menyiapkan prasarana itu termasuk untuk pelayan khusus, mereka yang bertugas sebagai prokantor, pianis, multimedia, petugas cek suhu tubuh telah disiapkan face shield,” ujarnya.
Selanjutnya, penerapan new normal ini akan dimulai pada ibadah hari Minggu 28 Juni 2020, sebagai ibadah sosialisasi physical distancing dan social distancing dalam memasuki New Normal, dan bertepatan dengan bulan Pekabaran injil dan Pendidikan Kristen ke-189. “Maka kami juga melaksanakan perjamuan kudus dalam 3 kesempatan. Pertama jam 05.00 – 6.00, kedua jam 07 – 08, ketiga jam 09 – 10.00. Kami juga telah meminta izin kepada Polda Sulut melalui Direktorat Intelijen keamanan. Dan telah diberi izin dengan nomor: SI/26/VI/YAN.2.1/2020. Kami sangat siap jika Bapak Gubernur atau Wakil Gubernur dan Kapolda hendak melaksanakan Sidak atau turut bersama dalam ibadah tersebut. Sinerjitas antara Pemerintah (termasuk kepolisian) dan gereja harus dibangun dan dipelihara terus karena pemerintah adalah wakil Allah, sebagaimana dalam Roma 13 tentang Kepatuhan kepada Pemerintah. Kita bersyukur Gubernur dan Wakil Gubernur sulawesi utara Bapak Olly Dondokambey dan Steven Kandouw telah memperjuangkan melalui dana APBN memberi perhatian besar untuk pembangunan dan untuk masyarakat Sulut. Dan kita bersyukur bapak Olly Dondokambey telah memberi diri untuk pelayanan gereja di aras nasional menjadi salah satu Ketua PGI. Dan bapak Steven Kandouw sebagai ketua Majelis Pertimbangan Sinode GMIM, inilah pemimpin Teladan yang harus selalu kita doakan sehingga Sulut selalu diberkati,” sambungnya.

Diakuinya, ancaman Covid-19 terhadap bangsa-bangsa di dunia termasuk Indonesia telah membuat kita harus menahan diri untuk tinggal di rumah, menahan diri di rumah termasuk bekerja di rumah dan beribadah di rumah telah menimbulkan kejenuhan bagi banyak orang. Apalagi mereka yang putus pekerjaan, entah dirumahkan karena tempat usaha tidak memberikan income, atau diam di rumah karena tidak punya pekerjaan tetap. Karena itu dengan new normal, diharapkan masyarakat dapat tetap beraktivitas rutin meski dengan kebiasaan baru dalam mengantisipasi penularan Covid-19.(gyp) dan

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *