Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Gubernur Olly Sisip Sampel Ikan Nila dari Tondano pada Ekspor Perdana Manado Langsung ke Jepang

Gubernur Olly Sisip Sampel Ikan Nila dari Tondano pada Ekspor Perdana Manado Langsung ke Jepang

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat sambutan pada ekspor perdana hasil perikanan Sulut melalui penerbangan langsung ke Jepang, Rabu 23 September 2020 malam.(Foto: ist)

 

MINAHASA, Swarakawanua.com–
Pada ekspor direct call perdana hasil perikanan Sulut ke Tokyo, Jepang, Pemprov Sulut turut menyisipkan sampel ikan nila dari Tondano. Hal ini diungkapkan langsung Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat memberikan sambutan pada ibadah syukur HUT ke-3 Jemaat GMIM Eben Haezer Buntong, Wilayah Mandolang Dua di Desa Tateli Satu, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Kamis 24 September 2020. “Tadi malam saya sudah melepas ekspor hasil perikanan Sulut ke Jepang melalui penerbangan langsung dari Bandara Sam Ratulangi ke Bandara Narita, Tokyo. Tak lama lagi orang Tondano senang karena sekaligus saya kirim ikan nila dari Tondano 100 kilo untuk contoh. Kalau cocok (diterima pasar Jepang), berikut semua nila di Tondano kita akan beli lalu kirim ke Jepang,” ujarnya.

Dikatakan Gubernur, dengan hikmat dari Tuhan, Pemerintah selalu mendapat jalan keluar dari perekonomian yang sulit. “Kadangkala Covid-19 ini juga ada hikmat. Ketika turis-turis tidak bisa datang, kita bisa mengandalkan hasil pertanian dan perikanan kita,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, pada penerbangan perdana ini, yang dikirim sebanyak 6,5 ton produk perikanan Sulut ditambah 4,5 ton dari Ambon dikirim dari Manado ke Bandara Narita di Tokyo, Jepang.

Selain hasil perikanan, turut dikirim sampel komoditas pertanian asal Sulut sebanyak 100 kilogram berupa nanas, bawang merah, pala dan komoditi lainnya.

Sebagai informasi, hasil perikanan Sulut di antaranya ikan tuna merupakan jenis ikan high migratory dan menjadi primadona hingga ke mancanegara. Permintaan tuna dunia yang tinggi membuat industri ikan tuna tetap bergairah dari tahun ke tahun.

Sebelumnya hasil perikanan Sulut harus melalui Jakarta atau Bali sehingga memakan waktu dan biaya lebih besar.
Karena itu, harmonisasi dan sinkronisasi ini harus terus terpelihara untuk menjaga kontinuitas barang yang diekspor serta transportasinya sehingga akan memberi manfaat dan meningkatkan perekonomian di bidang kelautan dan perikanan serta sektor lainnya.(gyp/hbm)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *