Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / HUT ke-66, Pelprip Sulut Diajak Perangi Radikalisme, dan Antisipasi Menurunnya Nilai-nilai Etika Kehidupan

HUT ke-66, Pelprip Sulut Diajak Perangi Radikalisme, dan Antisipasi Menurunnya Nilai-nilai Etika Kehidupan

Wagub Sulut Drs Steven Kandouw bersama tamu dan undangan yang menghadiri Ibadah Agung HUT ke-66 Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) Sulut, di Lapangan Sam Ratulangi Raanan Baru, Kecamatan Motoling Barat, Minahasa Selatan, Sabtu 26 Oktober 2019.(Foto: hbm)
Wagub Sulut Drs Steven Kandouw bersama tamu dan undangan yang menghadiri Ibadah Agung HUT ke-66 Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) Sulut, di Lapangan Sam Ratulangi Raanan Baru, Kecamatan Motoling Barat, Minahasa Selatan, Sabtu 26 Oktober 2019.(Foto: hbm)

 

MOTOLING, Swarakawanua– Banyak harapan bagi Pelayanan Pria Pantekosta (Pelprip) Sulut di ulang tahun ke-66 tahun. Saat Ibadah Agung HUT ke-66, Sabtu 26 Oktober 2019, Pelprip Sulut diajak Wagub Sulut Drs Steven Kandouw untuk memerangi radikalisme, fundamentalis dan mengantisipasi menurunnya nilai-nilai etika kehidupan di kalangan generasi milenial Sulut.
Dalam sambutannya, Wagub Kandouw menyampaikan kepada segenap Pelprip GPdI Sulut untuk dapat memanfaatkan perayaan HUT ini sebagai kesempatan memperkokoh tekad dan komitmen dalam memberi dukungan dan kontribusi pemikiran terhadap pembangunan bangsa yang terus dijalankan dan diupayakan oleh pemerintah.
Dalam kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Sam Ratulangi Motoling
Barat, Minahasa Selatan (Minsel),
Wagub kemudian menceritakan tentang polarisasi dunia antara komunis dan kapitalis, dimana setelah itu munculah konflik-konflik tradisional yaitu ras dan agama. Dengan kata lain ancaman radikalisme dan fundamentalisme di Indonesia sudah begitu lama.
Secara umum kepada seluruh masyarakat, terlebih khusus jemaat GPdI, untuk bisa memerangi radikalisme dan fundamentalisme dengan meningkatkan kualitas iman. “Kalau kita tidak solid baik horisontal maupun vertikal, radikalisme pasti akan menang. Tapi kalau kita punya ikhtiar, semangat dan tekad, dengan meningkatkan kualitas, radikalisme dan fundamentalisme pasti akan rontok dan pasti mereka akan takut,” katanya.
Jemaat GPDI juga diharapkan tetap menjadi inspirasi, sukacita, damai sejahtera serta kiranya tetap menjaga kekompakan dan mampu mengimplementasikan iman percaya kita. Wagub juga menjelaskan tentang kelompok demografi yang saat ini adalah era milenial yang memilik pandangan hidup individual. “Contohnya, kita bisa melakukan segala sesuatu hanya di rumah dan itu disebabkan dengan kemajuan teknologi. Di sisi lain ini dapat mempengaruhi nilai-nilai kehidupan menurun antara lain etika, sopan santun, bertutur kata dan lain-lain,” sambungnya dengan menambahkan, kiranya Pelprip GPdI yang juga adalah kepala keluarga harus campur tangan, membimbing dan mendidik anak-anak, apalagi dalam hal beriman karena peran ayah sangat penting dalam hal ini karena masa depan anak-anak adalah tanggung jawab semua orang tua. “Kiranya momentum ini dapat mengingatkan kita bahwa pentingnya kepala keluarga lebih khusus Pelprip untuk ikut campur dalam semua sendi kehidupan baik berbangsa dan bernegara tapi juga dalam keluarga,” ujar Wagub dalam ibadah agung yang turut dihadiri Ketua Majelis Daerah GPdI Sulut Pdt Yvonne I Awuy-Lantu, Bupati Minahasa Selatan Tetty Paruntu, Wakil Bupati Franky Wongkar, Ketua Komisi Daerah Pelprip yang juga Kaban Kesbangpol Provinsi Sulut Meiky Onibala, serta unsur Forkopimda Minsel.(hbm/gyp)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *