Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / KPU Mitra Gelar Simulasi Pilkada 2020, Dotulong: Kesehatan Warga Masyarakat Diutamakan

KPU Mitra Gelar Simulasi Pilkada 2020, Dotulong: Kesehatan Warga Masyarakat Diutamakan

MITRA, Swarakawanua.com– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara, serta penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 Kelurahan Wawali, Jumat 20 November 2020, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

Dalam simulasi itu banyak adegan yang diperagakan.

Antara lain, pemeragaan pemilihan di TPS yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Bahkan dalam simulasi digambarkan bagaimana awal memasuki TPS sampai ke pencoblosan keluar dari TPS.

Bagaimana langkah petugas di lapangan untuk menangani.

Simulasi pemilihan yang bertempat di salah satu Warkop Surya itu melibatkan PPK dan petugas KPPS dari Kelurahan Wawali.

Simulasi dimulai saat petugas ketertiban menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan TPS.

Kemudian ketua KPPS melakukan pengecekan dan disaksikan seluruh anggota dan saksi.

Kemudian pemilih memasuki TPS dengan mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh.

Lalu pemilih dengan membawa form C pemberitahuan menandatangani daftar hadir. Namun sebelum itu pemilih memakai sarung tangan sekali pakai. Tujuannya menghindari kontak fisik.

Setelah mendaftar, pemilih lalu mencoblos ke bilik yang telah disediak an. Setelah mencoblos, kemudian pemilih akan di berikan tanda berupa teteskan tinta hitam.

Lalu petugas akan meminta sarung tangan sekali pakai itu dilepas di tempat sampah.

Ketua KPU Kabupaten Mitra Wolter Dotulong mengatakan, simulasi ini mengedukasi petugas penyelenggara bagaimana situasi pemilihan di tengah pandemi Covid-19.

“Sebenarnya tidak ada yang membedakan pemilihan di tengah pandemi atau tidak. Hanya saja kali ini dibarengi dengan protokol kesehatan, karena itu saya mengajak kepada warga masyarakat. Jangan takut datang ke TPS, “ujar Dotulong yang didampingi Ketua Bawaslu Mitra Jobie Longkutoy.

Ada banyak reka adegan kemungkinan yang terjadi di lapangan.

Seperti, ketika ada pemilih yang sudah berumur lanjut usia bagaimana para petugas mengarahkannya.

Juga diperagakan jika ada pemilih yang bersuhu tinggi, tidak bisa masuk ke TPS maka yang bersangkutan diarahkan memilih ke bilik khusus.

“Begitu juga saat ada pemilih difabel yang meminta pendampingan maka petugas di lapangan dalam hal ini KPPS, harus membantu,” jelas Dotulong.

Ditempat yang sama Ketua Bawaslu Mitta Jobie Longkutoy mengatakan, pelaksanaan simulasi oleh KPU, kami Bawaslu Mitra hanya memastikan apakah proses simulasi ini sudah sesuai dengan regulasi yanga ada.

“Regulasi yang ada seperti, ketepatan waktu dan paling utama. Apa betul-betul memperhatikan protokol kesehatan,” singkat Longkutoy.(CIA)

About Charles Ruru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *