Print This Post Print This Post
Home / Talaud / Langkah Awal Gaungkan Joget Porodisa

Langkah Awal Gaungkan Joget Porodisa

Oni Maliatja.
Oni Maliatja.

 

MELONGUANE, Swarakawanua— Di bawah komando Plt Bupati Petrus Simon Tuange,  Pemkab Kepulauan Talaud, terus bekerja keras untuk melestarikan budaya Talaud. Salah satunya dengan menggaungkan Tari Joget Porodisa. Dikatakan Oni Maliatja, Seksi Pagelaran Seni dan Budaya Daerah Talaud dari Panitia HUT Kabupaten Talaud, langkah awal yang dilakukan, dengan digelarnya lomba Joget Porodisa untuk menyambut HUT ke-17 Kabupaten Kepulauan Talaud yang jatuh pada 2 Juli nanti. “Sabtu 29 Juni 2019, pukul 08.00 Wita akan dilaksanakan lomba Joget Porodisa di Pantai Indah Melonguane. Lomba ini, selain untuk memeriahkan HUT Kabupaten Kepulauan Talaud, juga untuk mengenalkan Joget Porodisa bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat Tanah Porodisa dari Tinonda sampai Napombaru. Selain hiburan rakyat, tari ini juga untuk menggali nilai-nilai luhur budaya Talaud,” kata pria yang juga menjabat Camat Melonguane ini.

“Untuk hadiah, pasti menarik dan memuaskan. Dan bagi grup yang mendapat juara 1, pimpinan grup akan mendapat reward tiket PP Melonguane-Bali,” sambungnya.

Jefri Bungkutan, Koordinator Lapangan Lomba Tari Joget Porodisa, menjelaskan, peserta berasal dari utusan kecamatan, utusan organisasi wanita dan utusan SKPD. “Hingga Kamis 27 Juni 2019, yang terdaftar baru 12 grup. Antara lain TP-PKK Kabupaten Talaud, Sanggar Seni PKK Kiama Raya, Gereja Bukit Sinai Melonguane Barat, Lansia Desa Sawang hingga RSUD Mala. Dan peserta bisa bertambah hingga hari pelaksanaan nanti,” tuturnya.

Bungkutan menambahkan, Joget Porodisa ini adalah perpaduan dari Tarian 4 Wayer dari Talaud dan Garis Double dari Mangaran.

“Dalam Tarian Joget Porodisa, akan sangat terlihat nilai-nilai budaya Talaud, khususnya rasa kekeluargaan dan toleransi yang tinggi,” sebutnya.

Ditambahkan Erwin Tamatompo, Bagian Promosi Panitia HUT Kabupaten Talaud, juri lomba dipastikan akan diisi oleh orang-orang yang kompeten. “Juri dari tiga unsur, yakni unsur seniman, pendidikan dan birokrasi,” ungkapnya.(alj)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *