Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Masyarakat Ingin Lokasi Tambang Bakan Dijadikan WPR

Masyarakat Ingin Lokasi Tambang Bakan Dijadikan WPR

20190228_151422

SULUT, Swarakawanua.com – Masyarakat Penambang menginginkan lokasi tambang emas di Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).

Hal ini diungkapkan Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulut, Bach A Tinungki, kepada wartawan Kamis (28/2) di kantornya.

“Memang Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di Bakan itu berada dalam blok  PT J- Resources Bolaang Mongondow (J- RBM).Terkait itu, kita sudah beberapa kali mengadakan pembinaan kepada masyarakat disana,” ucap Tinungki.

Bahkan, dia pernah ditugaskan Gubernur Sulut Olly Dondokambey untuk mendampingi anggota DPD RI Benny Ramdhani ke Bakan guna memberikan advokasi dan sosialisasi tambang Rakyat.

“Memang diakui, tambang ini susah-susah gampang untuk dicarikan solusinya.Apalagi di Sulut ini, lebih dari sepuluh ribu orang mencari makan di tambang.Bahkan Pak Gubernur selalu memberikan arahan agar kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), termasuk Sumber Daya Mineral, dapat dirasakan masyarakat demi terwujudnya kesejahteraan rakyat Sulut,” kata Tinungki.

Lanjut dia, yang menjadi aspirasi dari Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) adalah rata-rata Penambang Emas di Sulut ini mempunyai keinginan menambang secara legal.

“Memang hal ini tidak mudah, karena untuk melegalkan satu WPR ke Pemerintah Pusat, ada prosedur yang harus diambil.Ketika saya bertemu dengan masyarakat penambang di Bakan, mereka meminta lokasi Bakan ini menjadi WPR, dan saya jelaskan tambang ini berada di dalam lokasi J-RBM,” jelas Tinungki.

“Kalau Bakan diusung WPR, satu-satunya cara adalah J-RBM mau melepas lokasi tersebut.Sebenarnya kita tidak mempermasalahkan masyarakat yang ingin menambang, asalkan mereka tidak merusak lingkungan dan menjaga keselamatannya,” sambungnya. (Egen)

About adminKa1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *