Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Mensos: Bekerja dengan Hati yang Gembira Penting Bagi Pekerja Sosial Dalam Mendampingi Warga

Mensos: Bekerja dengan Hati yang Gembira Penting Bagi Pekerja Sosial Dalam Mendampingi Warga

Mensos RI Juliari P Batubara memberikan arahan kepada para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, di Hotel Aryaduta, Manado, Selasa 19 November 2019.(Foto: ist)
Mensos RI Juliari P Batubara memberikan arahan kepada para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, di Hotel Aryaduta, Manado, Selasa 19 November 2019.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua– Bekerja dengan hati yang gembira, penting untuk para pekerja sosial dalam melaksanakan tugasnya mendampingi masyarakat. Hal itu dikatakan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, saat arahan pada kegiatan Pengembangan Potensi TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Manado, Selasa 19 November 2019 pagi. “Di beberapa pertemuan saya sampaikan bahwa di dalam bekerja, ada yang bekerja keras, bekerja cerdas, dan Pak Presiden bilang bekerja cepat. Saya tambahkan satu yaitu harus dengan hati yang gembira. Kalau bekerja keras, tapi tidak dengan gembira, nanti masuk balai rehabilitasi. Karena kerjanya keras tapi tidak gembira, bisa stres. Stres itu tidak bisa kita hindari tapi yang kita hindari adalah stres yang berlebihan,” kata Mensos dalam kegiatan yang juga dihadiri Wagub Sulut Drs Steven Kandouw.
Menteri Juliari yang belum lama dilantik oleh Presiden Joko Widodo ini kemudian menggambarkan kerja dengan gembira itu. “Gembira kerja seperti apa? Yaitu contoh, pimpinan objektif dengan kita, bukan hanya memarahi dan memberikan target, tapi ada dorongan dan motivasi. Gembira itu ketika teman-teman kerja kita saling menyemangati ketika kita sedang down. Lingkungan kerja juga nyaman, bersih, tenang, membuat kita kerja dengan gembira. Begitu kita ke masyarakat, masyarakat akan melihat kita gembira. Penting itu bagi pekerja sosial. Kalau kita stres, muka kita berlipat-lipat, bagaimana rakyat yang mau kita rangkul senang atau gembira bekerja dengan kita. Jadi mulailah dengan hati yang gembira juga. Sebelum bekerja, kita berdoa dulu. Dengan hati gembira mendatangi rakyat yang perlu kita dampingi. Kalau kita memegang filosofi seperti ini, negara kita akan menjadi lebih sejahtera,” sambungnya.
Dikatakannya lagi, setelah 100 tahun merdeka, pada 2045 nanti, Presiden Jokowi memasukkan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi. “Sekarang kita masih di tengah, menengah, ke bawah dengan pendapatan perkapita sekitar 60 juta per tahun. Tidak semua orang Indonesia, nnn seperti itu. Masih banyak di bawah itu,” sambungnya.
Di awal sambutan, Mensos mengungkapkan bahwa kinerja kementerian lain langsung bisa dinilai. “Tapi Kemensos, kinerjanya tidak bisa dihitung dengan angka-angka, tidak bisa hasil pekerjaannya dinilai dengan kasat mata karena ini holistik. Di (lima sila) Pancasila, kita paling terakhir yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Ini yang menjadi tujuan utama dari didirikannya NKRI oleh pendahulu kita. Oleh karena itu, banggalah kalian menjadi bagian dari ujung tombak Kemensos di negara RI,” tandasnya.(gyp)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *