Print This Post Print This Post
Home / Advertorial / Pemprov Sulut Gelontorkan Rp 1,3 M untuk Tenaga Kesehatan Covid-19
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw.(Foto: ist)

Pemprov Sulut Gelontorkan Rp 1,3 M untuk Tenaga Kesehatan Covid-19

Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw.(Foto: ist)
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw membuktikan komitmennya untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19.

Terbukti, Pemprov Sulut melalui Dinas Kesehatan Sulut telah menyalurkan insentif sebesar Rp1,3 miliar untuk tenaga kesehatan Covid-19. “Dana sebesar ini bersumber dari APBD untuk membayar insentif bulan Mei dan sebagian bulan Juni,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulut Debbie Kalalo melalui Sekretaris Dinkes Sulut Rima Lolong di Manado, Senin 14 Juli 2020.

Gubernur Olly Dondokambey dan istri, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, memberikan dukungan kepada tim medis, saat video conference, pada awal April 2020.(Foto: hbm)
Gubernur Olly Dondokambey dan istri, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan, memberikan dukungan kepada tim medis, saat video conference, pada awal April 2020.(Foto: hbm)

Menurut Rima, insentif ini untuk membayar tenaga medis dan nonmedis yang tidak dibiayai dari dana Kementerian Kesehatan untuk penanganan Covid-19. “Kalau dari Kementerian Kesehatan untuk membayar insentif tenaga kesehatan yang ada di rumah-rumah sakit rujukan,” ujarnya.

Nilai insentif yang diberikan Pemprov Sulut bervariasi, yaitu dokter spesialis menerima insentif sebesar Rp7.500.000, dokter Rp5.000.000 dan tenaga nonmedis Rp3.000.000. Lanjut Rima, insentif yang bersumber dari APBD Sulut, hanya dianggarkan untuk membayar tenaga kesehatan yang ada di rumah isolasi, tenaga laboratorium, serta tenaga kesehatan Dinkes Sulut yang melakukan tracing.

Para petugas dari Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut melakukan rapid test di Pasar Pinasungkulan, Manado.(Foto: dok/jumbo)
Para petugas dari Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut melakukan rapid test di Pasar Pinasungkulan, Manado.(Foto: dok/jumbo)

Tambah dia, anggaran insentif untuk tenaga kesehatan di rumah sakit rujukan yang berasal dari Kemenkes diperkirakan sebesar Rp5 miliar dan masih dalam proses verifikasi.

Diketahui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut mengerahkan 6.507 tenaga medis yang bertugas di 48 rumah sakit yang ada di seluruh kabupaten dan kota di Sulut baik RS milik pemerintah atau swasta. Jumlah tenaga medis ini meliputi 1.525 tenaga dokter yang terdiri dari ,530 Dokter Umum, 124 Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan 871 Dokter Spesialis lainnya, serta 4.982 perawat dan bidan.(hbm)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *