Print This Post Print This Post
Home / Talaud / Pengawasan Optimal Penting Untuk Persempit Peluang Penyalahgunaan Dandes

Pengawasan Optimal Penting Untuk Persempit Peluang Penyalahgunaan Dandes

Petrus Tuange
Petrus Tuange

 

MELONGUANE, Swarakawanua—Dengan adanya mekanisme pengawasan, maka peluang terjadinya penyimpangan dana desa (Dandes), lebih kecil. Hal ini dikatakan Plt Bupati Talaud Petrus Tuange, menyikapi polemik penyimpangan penggunaan Dandes. Penyimpangan dandes yang terjadi saat ini, mengisyaratkan perlunya mekanisme pengawasan yang dirancang sedemikian rupa. “Dengan tujuan mempersempit peluang terjadinya penyalahgunaan penggunaan dandes. Dan sebisa mungkin diciptakan pula mekanisme hukuman dengan efek jera bagi pelaku penyalahgunaannya,” tutur Tuange.

Pengawasan harus dilakukan secara vertikal dan horizontal. Dijelaskannya, pengawasan secara vertikal adalah pengawasan dari pihak berwenang mulai dari perangkat desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sedangkan pengawasan horizontal, yaitu pengawasan dari masyarakat itu sendiri.

Pengawasan dengan melibatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi, sangat efektif. “Karena masyarakat bisa ikut mengawasi dan mengontrol, sehingga penyalahgunaannya bisa ditekan menjadi sekecil mungkin,” jelas Tuange .

Banyaknya penyelewengan Dandes, lanjutnya, disebabkan karena inventarisasi serta sistem pembukuan keuangan yang buruk. “Untuk itu, dibutuhkan pengarahan, penyuluhan dan pendampingan agar dalam pengelolaan Dandes dilaksanakan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang ada,” tandasnya.

Dikatakannya, Dandes yang digelontorkan pemerintah pusat, harus membawa perubahan positif. Sebab, desa merupakan aset utama yang dapat menjadi penggerak kemajuan masyarakat. “Tekad pemerintah pusat untuk membangun Indonesia dari pinggiran yaitu dimulai dari desa, seperti tertuang dalam Nawacita. Dimana, garis depan pertumbuhan dan perkembangan kualitas negara ini berada pada tingkat desa, dari desalah semuanya dimulai. Sehingga, dandes diturunkan ke desa-desa dan wajib dikelola dengan sebaik mungkin  untuk membawa perubahan positif,” ujar Tuange.

Dandes harus diarahkan untuk membawa perubahan positif dalam paradigma pembangunan serta pola pikir pelaku pembangunan. “Ujung-ujungnya, tujuan akhir dari dandes adalah untuk mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, memperkecil kesenjangan dan membuka lapangan pekerjaan,” tuturnya.

Dandes sangat berpengaruh dalam proses percepatan pengentasan desa tertinggal yakni meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat sampai ke tingkat desa, tersedianya sarana prasarana dasar bagi masyarakat, jalan-jalan desa telah diperbaiki kualitas dan kuantitasnya sehingga masyarakat merasakan langsung bahkan ikut andil dalam pembangunan di daerah.(alj)

 

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *