Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Peringati Hari Perempuan Sedunia, DPP-PAD dan INNS Sulut Gelar Talkshow Kekerasan terhadap Perempuan

Peringati Hari Perempuan Sedunia, DPP-PAD dan INNS Sulut Gelar Talkshow Kekerasan terhadap Perempuan

Talkshow digelar DPP-PAD Sulut dan INNS dalam memperingati Hari Perempuan Sedunia, Senin 8 Maret 2021, di auditorium kantor gubernur.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Memperingati Hari Perempuan Sedunia, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP-PAD) Daerah Sulut berkolaborasi dengan Ikatan Nyong Noni Sulut (INNS) menggelar Talkshow dengan tema ‘Pencegahan dan Penanganan Kasus terhadap Perempuan dan Anak’. Menurut Astrid Kumentas dari INNS, tema ini tidak lepas dari beberapa kasus yang terjadi di Sulut yang kalau dilihat dari angka cukup mengkhawatirkan. “Angka kekerasan dalam rumah tangga masih cukup tinggi,” ujarnya dalam sambutan di awal kegiatan.
Talkshow yang digelar di auditorium kantor gubernur Sulut, Senin 8 Maret 2021, menghadirkan sejumlah narasumber yakni Ketua Umum INNS Dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS, Kadis PP-PAD Sulut Ir Mieke Pangkong MSi, Eunike Sumampouw SH GCL sebagai Ketua Bidang Hukum dan Regulasi INNS, serta Dr dr Theresia Kaunang SpKJ (K) sebagai spesialis Kedokteran Jiwa Konsultan.
Pangkong dalam materinya mengungkapkan kasus-kasus yang ditangani instansi yang dipimpinnya. “Angka kekerasan dalam rumah tangga pada tahun 2020 mengalami kenaikan dibandingkan jumlah kasus pada tahun 2019,” ungkapnya. Karena itu, lanjutnya, melalui Peringatan Hari Perempuan Sedunia, Ketua Tim Penggerak PKK Sulut Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan yang juga sebagai Penasehat INNS, telah me-launching kampanye Stop Kekerasan terhadap Perenpuan.

Sementara itu, dr Kartika Devi Kandouw-Tanos MARS sebagai Ketua Umum INNS menitikberatkan pada pemberdayaan perempuan sebagai upaya untuk mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan. “Pemilihan Nyong dan Noni Sulut telah berjalan selama kurang lebih 45 tahun, sejak tahun 1976. Selama rentang waktu itu sudah ada sekitar 800 orang di dalamnya yang terdiri dari katar belakang pendidikan yang berbeda-beda, dan memiliki SDM yang mumpuni. Kecuali tahun 2020, karena pandemi Covid-19, tidak ada pemilihan. Dari seluruh Noni Sulut yang ada, kini telah berkiprah di berbagai jalur karir. Ada yang tenaga medis, advokat, dan bidang-bidang lainnya. Dalam INNS, kita saling sharing tentang pekerjaan ke pekerjaan yang lain dan ketika terjadi pandemi Covid-19, kita berdayakan Noni-Noni Sulut untuk sosialisasi terkait Covid kepada masyarakat. Itu beberapa contoh saja,” ungkap Dr Devi yang juga Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulut.

Ditambahkannya, peranan INNS terkait pemberdayaan dan perlindungan anak. “Salah satunya kita punya perencanaan kegiatan dengan pihak swasta dan pemerintah. Ada yang sudah dan sementara berlangsung. Tadi barusan saja kita sama-sama dengan Penasehat INNS, Ibu Rita Dondokambey-Tamuntuan, melakukan aksi bersama penandatanganan untuk mengampanyekan stop kekerasan kepada perempuan. Dan nanti ada kegiatan webinar. Kegiatan-kegiatan banyak sekali terutama kita akan menyosialisasikan hak-hak perempuan,” ujar dr Devi. Talkshow dipandu host Felix Palenewen SE yang juga dari INNS, yang diikuti para ASN perwakilan dari perangkat-perangkat daerah, serta dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Swara Parangpuan.(gyp)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *