Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Pilkada 2020 Rencana Ditunda, Anggaran Dapat Direalokasi Untuk Penanganan Covid-19 dan Bantuan Sosial

Pilkada 2020 Rencana Ditunda, Anggaran Dapat Direalokasi Untuk Penanganan Covid-19 dan Bantuan Sosial

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat video teleconference bersama bupati dan walikota se-Sulut, di kantor gubernur, Selasa 31 Maret 2020.(Foto: hbm)
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat video teleconference bersama bupati dan walikota se-Sulut, di kantor gubernur, Selasa 31 Maret 2020.(Foto: hbm)

 

MANADO, Swarakawanua–Anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, berpeluang direalokasikan untuk penanganan penyebaran Virus Corona. Hal itu dimungkinkan menyusul rencana bakal ditundanya Pilkada serentak di seluruh Indonesia.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey dalam rapat bersama bupati dan walikota se-Sulut, Selasa 31 Maret 2020, adalah mengajak para bupati dan walikota yang ada di Sulut untuk menyiapkan bantuan sosial, dimana bantuan tersebut dapat bersumber dari refocusing kegiatan, realokasi anggaran sebagaimana amanat Inpres Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penanganan Covid-19.

Anggaran Pilkada 2020 yang bakal ditunda pelaksanaannya karena pandemi Corona, rencananya dapat direalokasikan untuk menangani pandemi Corona termasuk memberikan bantuan sembako untuk masyarakat yang membutuhkan. “Provinsi dan kabupaten/kota bisa siapkan dana untuk bersama-sama menangani Corona di Sulut,” kata Gubernur Olly selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Sulut, yang didampingi jajaran Forkopimda, Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw dan Sekprov Edwin Silangen, saat rapat lewat video teleconference dengan Bupati dan Walikota se-Sulut, dari kantor gubernur, Selasa 31 Maret 2020.

Gubernur Olly bergerak cepat menindaklanjuti Keppres Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Keppres Nomor 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Permendagri Nomor 20 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 di Lingkungan Pemda, yang mengatur juga tentang kewenangan daerah memberikan bantuan sosial bagi kelompok masyarakat dengan penghasilan rendah yang terdampak Corona.
Sebagaimana diketahui, gerakan tinggal dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona, telah berimbas pada roda perekonomiaan para pekerja informal yang hanya ditopang oleh pendapatan pada hari itu juga.

iklan bawaslu3
Sebagai informasi, sebelumnya Pemprov Sulut melalui Kepala Dinas Sosial Rinny Tamuntuan bekerjasama dengan FKUB Sulut telah membagikan ratusan paket beras ukuran 5 kilogram kepada sopir mikro. Penyerahan bantuan beras di halaman belakang kantor gubernur ini nantinya juga diberikan kepada sopir mikro lainnya di Sulut pada tahap berikut untuk meringankan beban dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok.(ril/hbm)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *