Print This Post Print This Post
Home / Berita Pilihan / Wagub: Jangan Ada Ego Sektoral Untuk Kembangkan Pariwisata

Wagub: Jangan Ada Ego Sektoral Untuk Kembangkan Pariwisata

Wagub Sulut Steven Kandouw saat membuka Festival Pesona Bunaken 2019 yang digelar di Manado Town Square, Rabu 17 Juli 2019.(Foto: hms)
Wagub Sulut Steven Kandouw saat membuka Festival Pesona Bunaken 2019 yang digelar di Manado Town Square, Rabu 17 Juli 2019.(Foto: hms)

MANADO, Swarakawanua—Wagub Sulut Steven Kandouw mengapresiasi dukungan Presiden RI Joko Widodo atas pengembangan pariwisata Sulut dengan menetapkan sektor pariwisata sebagai super prioritas. “Dua minggu lalu Presiden Jokowi meninjau pariwisata Sulut. Sektor pariwisata bisa jadi andalan,” kata Wagub saat membuka Festival Pesona Bunaken 2019, di Mantos, Rabu 17 Juli 2019.

Dalam pengembangan pariwisata, lanjut Kandouw, harus terpadu agar potensi besar pariwisata di Sulut dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan baik mancanegara dan domestik yang berdampak pada meningkatnya perekonomian Sulut. “PDRB yang disumbangkan sektor pariwisata di Sulut semakin besar. Artinya pariwisata harus ditangani serius. Tidak ada kata lain, tidak boleh parsial, tapi harus holistik termasuk sumber daya manusia, infrastruktur dan faktor lainnya. Serta harus melibatkan semua stakeholder,” sambungnya.

Wagub pun mengajak seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulut untuk selalu bersinergi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. “Jangan ada ego sektoral. Tanpa koordinasi jangan harap tujuan pariwisata dapat tercapai,” tandasnya.

Pariwisata Sulut semakin berkembang, bahkan belum lama ini Kementerian Pariwisata RI bahkan menobatkan Sulut sebagai The Rising Star sektor pariwisata Indonesia karena mampu mendorong pertumbuhan kinerja pariwisatanya hingga 600 persen dalam empat tahun terakhir. Wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulut, pada 2015 sebanyak 20 ribu, tahun 2016 meningkat menjadi 40.000 atau dua kali lipat. Selanjutnya pada 2017 sebanyak 80.000, dan tahun 2018 meningkat menjadi 120.000. Pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari sekitar 2 juta menjadi 4 juta atau dua kali lipat, 200 persen, padahal di daerah lain hanya sekitar 5 persen sampai 10 persen.(hms/gyp)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *