Anggota DPRD Sulut Herry Rotinsulu Turun Lapangan Gelar Sosbang Dan Sosper Ke

oleh -305 Dilihat

Minut,Swarakawanua.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut) kembali turun lapangan, dalam rangka Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) dan Sosialisasi Perda.

Herry Rotinsulu, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara dan Kota Bitung ini datangi dua titik lokasi. Pertama kali di Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minut, Rabu (7/12/2022). Selanjutnya melaksanakan sosbang di Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut, Jumat (9/12/2022). Adapun nara sumber dalam kegiatan itu dibawakan Dr Trioldi Rotinsulu SE MSi.

Anggota DPRD Sulut Herry Rotinsulu, kegiatan kali ini tentang sosialisasi wawasan kebangsaan. Selain sosbang, ada dua kegiatan lain yang dilakukan Anggota DPRD Sulut dalam hal turun ke lapangan bertemu dengan masyarakat yakni masa reses dan sosialisasi perda.

“Namun kegiatan saat ini kita mengikuti sosialisasi tentang wawasan kebangsaan. Nantinya sudah ada pemateri yang akan membawakannya,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Ia menyampaikan sangat perlu untuk mengetahui tentang pentingnya wawasan kebangsaan. Seperti Pancasila, baginya tidak hanya sekedar dihafal oleh setiap warga negara Indonesia. Namun harus dapat dimengerti.

“Serta bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rotinsulu.

Adapun dalam materi yang disampaikan Dr Trioldi Rotinsulu SE MSi menjelaskan, ketika berbicara mengenai wawasan kebangsaan maka terdapat empat pilar yang ada di dalamnya.

“Ada empat pilar kebangsaan yakni pertama Pancasila, Kedua UUD 1945, ketiga
Pancasila, keempat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pancasila harus diamalkan dan diterapkan. Seperti Sila Kelima tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Semua orang Indonesia perlu mendapat perlakuan yang sama dan adil.

“Atau juga kadang-kadang terjadi torang pe hak diambil orang lain, itu tidak boleh,” ucapnya

Segala sesuatu yang telah disusun sebagai landasan berkebangsaan adalah mimpi dari pendiri negara ini. Makanya orang Indonesia perlu untuk memahaminya. Bukan hanya orang Indonesia tapi saling menghargai antara satu dengan yang lainnya juga berlaku dengan orang-orang dari negara lain.

“Makanya cara pandang wawasan kebangsaan kita jangan terlalu sempit. Kita juga harus bergaul dengan siapa saja. Saling menghargai perbedaan perlu karena kita Indonesia dilahirkan memang sudah majemuk. Baik suku, agama, ras, golongan dan lain sebagainya,” jelas Trioldi. (*/Fei)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.