Anggota DPRD Sulut Julius Jems Tuuk Gelar Kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

oleh -195 Dilihat

Sulut,Swarakawanua.com-Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut gelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan. Pentingnya memaknai Pancasila yang menjadi dasar bernegara sekaligus cara pandang warga negara Indonesia menjaga persatuan ditengah perbedaan merupakan kekuatan bangsa yang penuh kemajemukan.

Hal ini dikatakan anggota DPRD Sulut Ir. Julius Jems Tuuk saat menggelar kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Desa Sidodadi Kecamatan Sangkub Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Senin (27/02/2023) siang.

Dikatakannya, kekuatan bangsa Indonesia dalam menjaga persatuan dan kesatuan saat ini tidak lepas dari peran para tokoh-tokoh bangsa yang memiliki komitmen mempersatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama maupun adat istiadat.

Bahkan menurutnya, jauh sebelum diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, para pemuda dari berbagai daerah telah mencetuskan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928

”Ada tiga poin yang berhasil dicetuskan para pemuda kita melalui Sumpah Pemuda yaitu Pertama: Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” kata legislator dari Dapil Bolmong Raya ini.

”Kalau Pancasila itu tidak dicetuskan pada waktu itu, bapak/ibu dari Jawa tidak ada disini, makanya kita disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga perbedaan di tengah kemajemukan menjadi kekuatan besar bangsa kita ” tegas politisi PDIP ini dihadapan warga yang sebagian besar merupakan eks transmigrasi.

Hal senada disampaikan Rektor Sekolah Tinggi Multicom Kotamobagu Supit Mamuaya narasumber dalam kegiatan tersebut

Menurutnya, Pancasila memiliki nilai spiritual yang menjadi salah satu pedoman utama yang dituangkan dalam sila pertama.

”Apa sebab, dalam sila pertama Pancasila ” Ketuhanan yang Maha Esa”  para pendiri negeri ini telah memikirkan kepentingan seluruh rakyat yang memiliki keyakinan agama berbeda-beda sehingga ditempatkan paling nomor satu, ” jelas Supit Mamuaya.

Disisi lain lanjut Supit Mamuaya, implementasi Pancasila dalam perkembangannya terkait konsep ketahanan pangan dapat menciptakan terobosan bagaimana menciptakan petani mandiri dalam menghadapi tantangan keterbatasan subsidi pemerintah dalam hal ketersediaan pupuk maupun bibit tanaman.

”Wawasan kebangsaan dalam konsep ketahanan pangan untuk menciptakan terobosan teknologi pertanian melalui pupuk organik, ” tandasnya.

Dalam kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan tersebut ikut dilakukan sosialisasi bagaimana cara membuat pupuk organik oleh pakar Pertanian Prof. Robyn Mamengko.

“Bela negara juga bisa kita implementasikan dengan menjaga ketahanan pangan melalui penggunaan pupuk organik,” kunci Robyn.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan warga Suka Makmur dan Desa Pangkusa. (*/FT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.