Antisipasi Kemungkinan Terdampak Krisis Pangan, Gubernur Olly Ajak Warga Aktifkan Sektor Pertanian

oleh -786 Dilihat

Swarakawanua.com – Krisis pangan mulai melanda dunia. Kita sudah harus siap pada situasi seperti sekarang ini. Ini disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey pada kegiatan Pencanangan Gerakan GMIM Menanam dan Beternak di Desa Winuri, Kecamatan Likupang 2, Minahasa Utara, Senin 17 Oktober 2022.
“Saya berharap aktifkan kembali sektor pertanian. Ada asuransi yang disediakan pemerintah jika gagal panen, seperti padi. Jadi baru sebatas padi,” ungkap Gubernur Olly.
Dikatakannya, pemerintah bukan mengganti untung petani. “Jika gagal panen diganti biaya produksi. Artinya biaya yang dikeluarkan petani itu yang diganti,” ujarnya.
Pada situasi seperti sekarang ini, Gubernur mengimbau masyarakat gemar makan ubi sebagai pengganti beras.
Nantinya pemerintah akan membuat resep jitu untuk diedarkan kepada masyarakat. Hal ini agar tidak terjadi ketergantungan dengan beras.
“Imbauan ini jika Sulut terdampak krisis. Kalau kita sudah siap terlebih dahulu pasti tidak akan terasa dampaknya,” terang Gubernur.
Gubernur pun mengimbau Gerakan GMIM Menanam harus berjalan terus. Meski tidak kelihatan besar tapi terus memiliki motivasi.
“Dari mimbar turun ke lapangan sebagai bentuk implementasinya,” ujar Gubernur mengutip penyampaian Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt Dr Hein Arina.
“Artinya kita bisa berhadapan dengan krisis pangan yang tidak bisa dketahui sampai kapan,” sambungnya.
Oleh sebab itu, Gubernur berharap masyarakat Sulawesi Utara dapat menjaga kedaulatan pangan dengan gencar menanam.
“Jadi manfaatkan lahan yang ada untuk menanam. Selain padi, tanam umbi-umbian sebagai pengganti beras,” pungkasnya.
Pada sela pencanangan itu, Gubernur melakukan penanaman bersama Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM Pdt Dr Hein Arina, Ketua BPMW Likupang 2, Pdt Billy Johannis dan segenap unsur Forkopimda.(*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.