Artly Kountur Serap Aspirasi, Masa Reses Ketiga Tahun 2021 Sukses Digelar

oleh -239 Dilihat

MITRA, Swarakawanua.com– Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Artly Kountur, S.Sos serap aspirasi masyarakat, dikala menggelar masa reses ketiga, bertempat di Desa Buku, Kecamatan Belang, Selasa 30 November 2021.

Adapun aspirasi yang di terima oleh Politikus partai PDI Perjuangan tersebut diantaranya, kurikulum sekolah menyambut Pertemuan Tatap Muka (PTM), kelengkapan kesehatan bagi para siswa, bantuan bagi para kelompok nelayan, serta infrastruktur.

Reses tersebut, para peserta reses sendiri memberikan berapa sanggahan kepada anggota DPRD asal Belang langsung dijawab oleh dinas terkait. Diantaranya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mitra, Ascke Benu, Sekretaris Dinas PUPR Mitra, Erick Manaroinsong, dan perwakilan dari Dinas Perikanan.

“Pengadaan ini dimungkinkan, namun tentunya harus ditata di APBDes. Jadi sekolah dan pihak desa bisa saling koordinasi terkait hal ini,” ujar lelaki yang biasa dipanggil Babul.

Ditambahkan lelaki yang memiliki badan kekar tersebut, masker yang akan diadakan haruslah sesuai ukuran untuk anak serta hanya bisa diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP. Pemberian bantuan masker dan hansanitizer juga harus difokuskan untuk sekolah yang siswanya banyak.

Sementara berkaitan dengan kurikulum sekolah, instansi terkait telah menjelaskan bahwa saat ini sudah ada peraturan daerah yang mengatur muatan lokal sehingga sudah diatur kurikulumnya. Adapun berkaitan dengan bantuan nelayan, menurutnya, sesuai penjelasan instansi terkait, nelayan yang ingin menerima bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBe) harus sudah dipersiapkan dari jauh hari.

“Dari Dinas Perikanan sudah jelaskan, kalau ingin menerima bantuan semisal Oktober 2022, kelompok sudah harus disiapkan tahun ini. Jadi jangan tiba saat tiba akal,” pungkasnya.

Anggota kelompok juga dipastikan belum menerima bantuan seperti ini dan jika dalam satu kelompok 10 orang, hanya diperbolehkan dua orang saja dari luar desa, sedangkan mayoritas anggota harus penduduk desa.

“Ini harus diperhatikan, sebab satu saja anggota kelompok sudah pernah menerima bantuan walau di kelompok lain, pasti tidak akan lolos. Syarat lainnya KTP harus profesi nelayan dan sudah divaksin,” tutupnya. (CIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.