Batas Daftar 27 Februari 2020, Dari 6223 Hanya 87 Koperasi Aktif Gelar RAT

oleh -235 Dilihat
Kadiskop dan UKM Sulut Ir Ronald Sorongan MSi
Kadiskop dan UKM Sulut Ir Ronald Sorongan MSi
Kadiskop dan UKM Sulut Ir Ronald Sorongan MSi

 

MANADO, Swarakawanua– Kondisi koperasi di Sulut yang didominasi koperasi tidak aktif, segera ditertibkan. Pemprov Sulut melalui instansi terkait, Dinas Koperasi dan UKM, bakal melakukan penertiban terhadap koperasi-koperasi yang tidak lagi aktif. Pasalnya, jumlahnya cukup fantastis dari daftar yang ada.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulut Ir Ronald Sorongan MSi, kepada wartawan mengungkapkan hal itu. Sejak dipercayakan sebagai Kadis Koperasi dan UKM oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw, Sorongan telah mempelajari kondisi koperasi di Sulut. “Total jumlah koperasi yang terdaftar ada 6.223 koperasi. Yang aktif, hanya 2.312 koperasi,” ungkapnya saat diwawancara.
Sorongan mengaku sudah melakukan identifikasi seluruh koperasi yang aktif, dan didapati, yang memiliki nomor induk koperasi atau NIK hanya 309 koperasi. “Dan dari jumlah itupun, hanya 87 di antaranya yang bersertifikat, dimana itu artinya mereka rutin menggelar rapat anggota tahunan (RAT),” sambungnya.
Namun Pemprov tidak akan langsung menutup koperasi-koperasi yang tidak aktif. “Kami memberikan kesempatan sampai Bulan Februari tahun 2020 tepatnya tanggal 27 Februari 2020 kepada koperasi-koperasi untuk mendaftar kembali,” tandasnya.
Menurutnya, ini sebagai langkah pembinaan dari pemerintah. Dengan adanya pembenahan-pembenahan ini, Sorongan optimis kisruh Pusat KUD (Puskud) Sulut akan dapat diselesaikan. “Jadi yang ikut RAT Puskud nantinya adalah koperasi-koperasi yang benar-benar aktif, betul-betul menjadi soko guru perekonomian Sulut dalam menunjang program Gubernur dan Wagub untuk menekan angka kemiskinan,” tandasnya.(gyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.