Cegah Lonjakan C-19 Seperti di India, Ini Arahan Presiden ke Kepala Daerah se-Indonesia

oleh -194 Dilihat
Wagub Sulut Steven OE Kandouw mengikuti kegiatan pengarahan Presiden RI Joko Widodo kepada kepala daerah se-Indonesia tahun 2021, secara virtual dari ruang CJ Rantung kantor gubernur, Rabu (28/4/2021).(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Perkembangan Covid-19 di India saat ini benar-benar mengkhawatirkan. Tak ingin Indonesia mengalami lonjakan serupa di India, Presiden RI Joko Widodo pun mengambil langkah tegas dan mengarahkan seluruh kepala daerah di Indonesia untuk tetap waspada. Ini menjadi salah satu dari dua poin yang menjadi inti dalam pengarahan Presiden RI tersebut.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E. Kandouw mengikuti kegiatan pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada Kepala Daerah se-Indonesia Tahun 2021 secara virtual dari ruang CJ Rantung Kantor Gubernur, Rabu (28/4/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo pada sambutannya menyampaikan kenapa pertemuan pada hari ini diadakan, karena ada dua hal penting yang ingin disampaikan.
“Yakni berkaitan dengan Covid-19 dan ekonomi. Kenapa Covid-19, karena kita tahu perkembangan Covid-19 di India. Di India di bulan November menuju ke Oktober November dan Januari berhasil melandaikan curvanya dan kuncinya adalah mikro lockdown. Sehingga kita adopsi di tempat kita menjadi PPKM skala mikro, saat itu di India berhasil menurunkan hingga 10.000 kasus per hari,” jelas Presiden.

Namun kita tahu, lanjut Presiden, terjadi lonjakan yang besar di India menjadi 350 ribu kasus aktif per hari. “Ini yang menjadi kehati-hatian kita semuanya. Sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi dan di kabupaten/kota yang Bapak/Ibu pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angka-angkanya atau kurva-kurvanya, ikuti harian dan begitu naik sedikit segerakan untuk ditekankan kembali agar terus menurun,” kata Presiden.
Presiden juga mengingatkan hati-hati dengan menjelang libur panjang. “Sebentar lagi kita akan libur panjang Idul Fitri, ingat tahun lalu ada empat libur panjang yang kenaikannya sangat melompat yang dimana libur Idul Fitri tahun lalu naik sampai 93 persen, libur Agustus tahun lalu naik sampai 119 persen, libur Oktober naik 95 persen dan libur tahun baru kemarin naik sampai 78 persen. Oleh sebab itu hati-hati,” ujar Presiden.(hbm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.