Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden, Gubernur Olly Targetkan PE Sulut Capai 6 Persen

oleh -1563 Dilihat
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wagub Drs Steven Kandouw saat menghadiri rapat paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Presiden RI Ir Joko Widodo, Selasa 16 Agustus 2022, di ruang rapat paripurna DPRD Sulut.(Foto: ist)
Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw saat menghadiri sidang paripurna dalam rangka mendengarkan Pidato Presiden RI Ir Joko Widodo, Selasa 16 Agustus 2022, di ruang sidang paripurna DPRD Sulut.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022, Selasa 16 Agustus 2022.

Gubernur, Wakil Gubernur, bersama legislatif serta jajaran pejabat Pemprov, mendengarkan Pidato Presiden secara virtual dari ruang rapat paripurna DPRD Sulut.

Satu hal yang menarik perhatian adalah bahwa
Presiden Jokowi masih memilih mengenakan busana adat Nusantara.

Tahun ini, Presiden Jokowi mengenakan busana adat dari Provinsi Bangka Belitung. Presiden Republik Indinesia Ir Joko Widodo dalam pidatonya menyampaikan sejumlah isu pentiing, mulai dari penanganan krisis global, baik krisis pangan, krisis energi maupun krisis keuangan. Juga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), ekonomi hingga penyelamatan aset negara dan penanganan masalah HAM.

Presiden Jokowi mengatakan, Komisi Yudisial diharapkan terus memberikan layanan prima dalam mengawal peradilan yang bersih dan berwibawa. Penanganan laporan masyarakat terkait lembaga peradilan telah membantu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih kepada lembaga-lembaga nasional yang lain sesuai wewenang dan perannya. “Terima kasih kepada Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Ombudsman Republik Indonesia, dan juga Komisi Pemilihan Umum dan juga Badan Pengawas Pemilihan Umum, juga kepada Komnas HAM dan lembaga-lembaga nasional lainnya,” katanya.

Jokowi menegaskan bahwa kita harus selalu waspada, selalu hati-hati, dan selalu siaga. Menurutnya, krisis demi krisis masih menghantui dunia.
“Geopolitik dunia mengancam keamanan kawasan. Kita harus selalu eling lan waspodo, harus ingat dan selalu waspada. Kita harus selalu cermat dalam bertindak. Kita harus selalu hati-hati dalam melangkah,” imbaunya.

Di akhir sambutan, Jokowi kembali menegaskan agenda besar bangsa tidak boleh berhenti. Langkah-langkah besar harus terus dilakukan.
“Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu, mendukung agenda besar bagi pencapaian Indonesia Maju dengan komitmen dan kerja keras, dengan inovasi dan kreativitas,” kuncinya.

Sementara Ketua DPR RI Puan Maharani dalam penyampaiannya mengatakan, secara bersama-sama kita terus berupaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Telah 77 tahun lamanya kita telah menyusun dan membangun kemajuan Indonesia untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan,” tegas Ketua DPR RI Puan Maharani saat memimpin sidang paripurna.

Puan menambahkan, pasang surut gelombang pembangunan disertai dengan gelombang globalisasi dan kemajuan teknologi, telah menggerakkan berbagai reformasi dan transformasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tugas membangun bangsa dan negara kita ke depan, menghadapi tantangan dan kendala yang tidak ringan,” ajaknya.

Lanjut Puan, ke depan kita masih diperhadapkan dengan situasi dan kondisi yang penuh dengan ketidakpastian. “Kita masih menghadapi ketidakpastian situasi Pandemi Covid-19, konflik geopolitik, pemulihan ekonomi global di tengah kerentanan pangan, energi, pengangguran, tekanan moneter global, degradasi lingkungan hidup, serta ancaman bencana alam dan sebagainya,” pungkasnya.

Usai mengikuti rapat paripurna DPRD Sulut, Gubernur Olly Dondokambey menggelar konferensi pers. Kepada wartawan Gubernur Olly mengatakan, perihal pembangunan berkelanjutan hingga energi terbarukan.
“Pembangunan berkelanjutan hingga pembangunan energi terbarukan di Sulut sudah mencapai sekitar 67 persen,” ujar Gubernur didampingi Wagub Steven Kandouw.

Gubernur Olly melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Sulut bahkan melebihi target nasional hingga 5,93 persen di semester II Tahun 2022 ini. “Mudah-mudahan berikutnya mencapai 6 persen, sehingga penyerapan APBN ini lebih gencar dan belanja rumah tangga juga ikut melompat, mendorong hingga bisa mencapai 6 persen,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.