Gayung Bersambut, Mister Aladin Hadirkan Solusi Untuk Target Pariwisata Pemprov

oleh -178 Dilihat
Wagub Sulut Drs Steven Kandouw bersama manajemen Mister Aladin dan dari Kemenparekraf, serta pejabat Pemprov, Rabu 19 Mei 2021.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Gayung bersambut. Di saat Pemprov Sulut melirik digital tourism sebagai terobosan dalam promosi pariwisata Sulut di tengah era new normal, Mister Aladin pun hadir dan menjadi solusi.
Rabu 19 Mei 2021 siang, Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw, beraudiens dengan manajamen Mister Aladin, di ruang kerja Wagub di lantai 6 kantor gubernur Sulut. Mister Aladin adalah aplikasi online travel agent.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub mengutarakan target Pemprov terkait pelaksanaan pariwisata berbasis digital. “Jadi target Pemprov Sulut karena memang digital tourism ini mutlak. Kalau kita tidak lakukan, maka sangat-sangat tertinggal,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Sulut ini menyampaikan keinginan Gubernur Olly Dondokambey SE untuk mengundang pemain-pemain di dunia digital tourism. “Tujuannya untuk kita sama-sama menggarap potensi pariwisata di Sulut. Saya yakin Mister Aladin ini networknya luas, skalanya besar, akan sangat membantu stakeholder pariwisata kita di Sulut,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Steven mengatakan, saat ini Pemprov Sulut sedang gencar melakukan edukasi di sektor pariwisata. “Kita kasih pendampingan, fasilitas, dan semua mau melaksanakan,” ujarnya.
Gubernur Olly pun tengah mendorong less cash society, yakni kelompok masyarakat semakin sedikit memanfaatkan uang tunai dalam melakukan transaksi sehari-hari. “Motor utamanya stakeholder pariwisata. Sampai pijat refleksi sekarang pun pakai transaksi digital, tidak ada lagi cash,” ujar suami tercinta Dr Kartika Devi Kandouw-Tanos ini.

Wagub juga mengenalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara, sebagai satu di antara lima daerah destinasi wisata super prioritas selaon empat daerah lainnya seperti Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika dan Labuan Bajo.
Lewat digital tourism, lanjutnya, Sulut bisa menjangkau dunia.
“Tidak mungkin pasang bilboard KEK Likupang di seluruh dunia. Berapa cost dan berapa overhead-nya? Maka kita lakukan lewat digital tourism,” ungkap Wagub.
Saat itu Wagub didampingi Asisten II Pemprov Sulut Praseno Hadi, dan Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Henry Kaitjily. Dari manajemen Mister Aladin tampak hadir Chief Operating Officer Mister Aladin, Mitha Sudewo, dan hadir juga Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Vinsensius Jemadu.(rls/gyp)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.