
SULUT, Swarakawanua.com -Terkait berita jejaring Sosial Media (sosmed) yang dihebohkan dengan aksi Kelompok milisi Abu Sayyaf yang diduga menyandera sebuah tugboat berbendara Indonesia dimana didalamnya adalah Kapten asal Sangihe (Sulut), Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE Selasa (29/3) langsung menampik hal tersebut.
Menurut Gubernur saat dikonfirmasi di kantornya mengungkapkan, dirinya telah berkoordinasi dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) Sulut, dan dari penuturan Bakamla untuk saat ini tongkangnya belum berhasil didapat, sedangkan tugboatnya masih ada.
“Jadi informasi tersebut masih simpang siur, jadi belum dipastikan nelayan-nelayan tersebut diculik,” tukasnya.
Ditanya soal dugaan Kapten Kapal asal Sangihe yang disandera, Gubernur menegaskan masih belum dipastikan apakah hal tersebut benar.
“Kalau memang benar, nanti kami akan mengontak dan berkoordinasi dengan jaringan Abu Sayyaf, karena untuk saat ini informasi tersebut masih simpang siur,” ujarnya.
Terkait itu, Dondokambey berharap kedepan para nelayan terutama di Sulut untuk lebih berhati-hati melewati tapal batas perairan tersebut.
“Kedepan, Nelayan Sulut diminta lebih berhati-hati terutama melewati tapal batas perairan,” pungkasnya.
Untuk diketahui, diduga tugboat bernama Brahma 12, saat itu (15/3) bertolak dari Banjarmasin menuju Filipina.Kapal tersebut mengangkut muatan coal in bulk (batubara) dengan 16 kru dengan Kapten kapalnya bernama Opo warga Sangihe (Sulut).Kapal dilaporkan dibajak pada Sabtu (26/3).Berdasarkan informasi para kru kapal sudah diturunkan ke darat, namun para pembajak meminta tebusan sebesar 50 juta peso atau setara Rp14,2 miliar.(Egen)





