Hari Anti Narkotika Internasional, BNNP Sulut Gelar Beragam Kegiatan, Roy Maramis: Mari Jaga Generasi Muda Sulut dari Narkotika

oleh -382 Dilihat
Kepala BNN Provinsi Sulut Brigjen Pol Drs Victor J. Lasut MM dan Roy Maramis SH.(Foto: ist)
Kepala BNN Provinsi Sulut Brigjen Pol Drs Victor J. Lasut MM dan Roy Maramis SH.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2022, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulut melaksanakan beberapa kegiatan.
Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Drs Victor Jefri Lasut MM kepada media ini menjelaskan, beberapa kegiatan yang dilaksanakan adalah Automotor Gras Track yang sudah dilaksanakan di Bitung, Smash on Drugs (lomba tenis meja), Lomba Tarian Kawasaran. Lomba Game Online, penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. “BNN Provinsi juga melaksanakan pemberian bantuan kepada panti asuhan disabilitas, serta bhakti sosial berupa pengobatan gratis di beberapa desa dan kelurahan, kerja bhakti bersih pantai di Pantai Malalayang, serta renungan suci. Dan upacara puncak dilaksanakan secara virtual,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KB Pemuda Justitia Sulawesi Utara
Roy Maramis SH dalam pernyataannya mengatakan, di Hari Anti Narkotika Internasional pada 27 Juni 2022, maka, kita harus menjaga generasi muda (kaum milenial), sebagai calon pemimpin bangsa masa depan agar jauh dari Narkotika dan obat-obat terlarang. “Dan di sini perlu peran Pemerintah beserta seluruh stakeholder. Mari kita bergerak bersama menuju Zero baik pengedar bahkan pemakai Narkotika dan obat-obat terlarang dan sejenisnya,” tandas mantan Ketua KNPI Manado yang dikenal sangat concern dengan kaum milenial.

Dikatakan Wakil Sekretaris Partai Nasdem Sulut ini, semua upaya tersebut adalah untuk kemakmuran bangsa. “Narkotika dan obat yang mengandung zat adictive sangat merusak sendi-sendi kehidupan bangsa,” tegas Anggota DPRD Kota Manado periode 2014 – 2019 ini.
Ia pun mengajak generasi muda untuk menjauhi Narkoba dan melibatkan diri pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih positif, dan mengembangkan kapasitas diri dalam menghadapi era revolusi industri 5.0. “Akan lebih bermanfaat ketika generasi muda kita membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan. Karena perubahan teknologi semakin mengalami kemajuan yang pesat. Dan kita jangan sampai ketinggalan jika tidak menyiapkan generasi kita saat ini,” pesannya.(gyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.