Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov Sulut Diumumkan, 637 Pelamar Tak Memenuhi Syarat

oleh -156 Dilihat

80025834_742200529602975_2037938428351348736_n

 

MANADO, Swarakawanua–
Pemprov Sulut melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengumumkan hasil seleksi administrasi dalam rekrutmen CPNS Pemprov. Pengumuman hasil seleksi administrasi pengadaan CPNS Pemprov Sulut ini sudah dapat dilihat di laman http://bkd.sulutprov.go.id dan akun masing-masing SSCN di laman https://sscndaftar.bkn.go.id/login. Kepala BKD Sulut Dr Femmy Suluh MSi saat diwawancara wartawan, Rabu 18 Desember 2019 mengatakan, setelah melewati proses pengusulan formasi Pemprov Sulut ditetapkan oleh Kementerian PAN RB menerima 519 Formasi CPNS tahun 2019. Total kursi yang dibuka dalam CPNS tahun ini terbagi menjadi tiga formasi dengan mayoritas tenaga guru. “Formasi CPNS Pemprov Sulut tahun 2019 terdiri dari 60 tenaga teknis fungsional, 34 tenaga kesehatan dan 425 tenaga guru,” ungkapnya.
Pendaftaran online dimulai sejak Senin 11 November 2019, melalui portal SSCASN https:// sscn.bkn‘go‘ id.
Selain formasi umum, Pemprov Sulut juga mengalokasikan kuota CPNS untuk formasi khusus yakni Iulusan cumlaude dan penyandang disabilitas. Formasi khusus terdiri dari 12 cumlaude dan 11 penyandang disabilitas. “Namun disayangkan hingga penutupan pendaftaran online, 4 formasi umum, 1 formasi penyandang disabilitas dan 5 formasi cumlaude tidak terisi atau tidak ada pelamar,” imbuhnya.
Ditambahkannya, empat formasi umum yang tidak ada pelamar adalah Teknisi elektromedis, Dokter Spesialis Anastesi, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Radiologi. Sedangkan untuk satu Formasi Penyadang Disabilitas yang tidak ada pelamar ialah Guru Kelas pada SLB Negeri Amurang dan lima formasi cumlaude yang tidak ada pelamar ialah Pengawas mutu hasil pertanian, Analis aset daerah, Analis jalan jembatan (pada dua lokasi kerja), dan Pemeriksa jalan jembatan. “Hingga penutupan pendaftaran online, didapati sebanyak 6.276 pelamar melamar formasi CPNS Pemerintah Provinsi Sulut,” tambahnya.
Hasil seleksi administrasi menunjukkan, dari Jumlah pelamar 6.276 pelamar, yang memenuhi syarat (MS) sebanyak 5.639. Yang Tidak Memenuhi syarat (TMS) ada 637 pelamar. “Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi karena tim verifikator tidak dapat meyakini bahwa pelamar memenuhi syarat sesuai ketentuan berdasarkan dokumen yang diunggah,” jelas Suluh.
Dijelaskannya, sebagian besar alasan pelamar tidak memenuhi syarat adalah Kualiflkasi Pendidikan tidak sesuai dengan syarat jabatan pada formasi yang ditetapkan Kemenpan. Alasan kedua, lPK tidak mencukupi, kemudian ketiga, Dokumen/berkas yang diunggah tidak sesuai ketentuan. “Seluruh dokumen yang dimintakan untuk diunggah adalah asli namun yang
diunggah fotocopy. Ada juga alasan karena Surat lamaran tidak bertanda tangan/bermeterai/dikirimkan kepada PPK Instansi lain. Beberapa dokumen yang dimintakan tidak diunggah, dan ada juga hasil unggahan tidak terbaca/kabur/tidak utuh. Alasan TMS ini nantinya akan muncul pada akun SSCN masing-masing pelamar,” sambungnya.
Pelamar diberikan 3 hari masa sanggah yakni tanggal 19-21 Desember 2019 setelah pengumuman seleksi administrasi untuk melakukan sanggahan terhadap pengumuman hasil seleksi administrasi. “Kemudian tanggal 28 Desember 2019 akan diumumkan kembali seleksi administrasi atas sanggahan pelamar. Untuk Peserta yang dinyatakan lulus seleksi berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) yang akan diumumkan kemudian,” ujar Suluh mengingatkan. Suluh mengucapkan selamat bagi yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. “Persiapkan diri Anda untuk tahapan selanjutnya yakni Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan jangan lupa terus berdoa. Bagi yang tidak dinyatakan lulus seleksi administrasi, dapat mengajukan sanggahan hingga 21 Desember 2019,” ujarnya.(ril/gyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.