Hasil Tes Penulisan Makalah Bakal Calon Sekprov Sulut Diumumkan, Lagi-lagi Nilai Tertinggi Diraih Kepel

oleh -1520 Dilihat
Para bakal calon Sekprov Sulut yang ikut tes penulisan makalah, Jumat 26 Agustus 2022.(Foto: ist)
Kadis Perkimtan Daerah Provinsi Sulut Steve Kepel ST MSi.(Foto: gyp)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Lagi-lagi nilai teratas diraih bakal calon Sekprov Sulut Steve HA Kepel ST MSi. Ya, setelah Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan hasil tahapan penulisan makalah, terungkap nilai Kepel sebesar 17,15, yang lebih tinggi dari empat peserta lainnya. Di posisi kedua Fransiscus Manumpil SPi M.Env.Mgmt dengan nilai 16,50, disusul Fery RJ Sangkan SSos MAP dengan nilai 16,34, dan dr Debie Kalalo MScPH dengan nilai 16,30, dan Izak RP Rey SE MSi dengan nilai 16,07.

Sebagaimana diketahui, Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara telah memplenokan hasil tes penulisan makalah sehingga siap untuk diumumkan kepada publik. “Pansel telah mengadakan rapat pleno dimana dalam rapat tersebut dipaparkan juga nilai yang diberikan oleh masing – masing anggota Pansel kepada setiap peserta,” ungkap Ketua Pansel Dr. Drs A Fatoni, M.Si kepada wartawan.
Dalam rapat pleno tersebut juga telah diputuskan bahwa kelima orang yang telah mengikuti tes penulisan makalah tersebut berhak untuk mengikuti tes wawancara yang sedianya akan dilaksanakan pada Selasa 6 September 2022.

Pansel sepakat dan memutuskan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta membuktikan kemampuan mereka masing-masing. “Kami mempertimbangkan bahwa antara tes penulisan makalah dan wawancara dapat saling melengkapi, itulah sebabnya kami memutuskan untuk meluluskan kelima orang peserta tersebut,” lanjutnya.

Dalam tes wawancara tersebut, akan diberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pansel untuk mengukur dan menilai kompetensi masing-masing peserta tidak hanya berdasarkan makalah yang ditulis, tetapi juga karakter dan kepribadian yang dimiliki termasuk kematangan emosional serta sikap pamong. “Tujuannya hanya satu, ingin menemukan seorang sekretaris daerah yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang mumpuni tetapi juga kecerdasan emosional yang tinggi dan terasah, mengingat beban dan tanggung jawab yang harus dipikul nantinya. Jika seorang sekretaris daerah, yang notabene seorang top leader dalam pemerintahan setelah Gubernur dan Wakil Gubernur, tidak dapat merangkul para kepala perangkat daerah yang menjadi rekan sekerjanya, tidak dapat menjadi jembatan penghubung dengan lembaga pemerintah lainnya maka hal tersebut akan sangat berdampak pada kinerja pemerintahan di masa yang akan datang,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.