Heboo.. Opa 70 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Di Kebun Linggoy

oleh -193 Dilihat

IMG-20191206-WA0028MITRA, Swarakawanua– Warga masyarakat yang tinggal di Desa Ratatotok Dua Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), dihebohkan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki memiliki nama YP alias Yulianus (70) warga Desa Ratatotok Satu jaga IV Kecamatan Ratatotk ditemukan di perkebunan Linggoy.

Opa Yulianus sendiri di temukan pertama kali oleh, Noe Tondindi (51) warga Desa Ratatotok Selatan Jaga I Kecamatan Ratatotok di Kebun Linggoy. Kronologis kejadian, berawal dari saksi Noe Jumat 6 Desember 2019 sekira pukul 08.00 wita hendak ke kebun Linggoy, yang terletak di Desa Ratatotok Dua Kecamatan Ratatotok. Di tengah jalan menuju ke kebun Linggoy, saksi berpas-pasan dengan korban dalam keadaan wajah mengalami luka lecet dengan berjalan sepoyongan.Sekitar pukul 10.15 wita, Saksi merasa kasihan melihat korban. Sehingga saksi menyusul korban dengan maksud membawah pulang ke rumah, setelah saksi telah menyusul korban di Kebun.

Namun tak disangka, setelah saksi mendapati korban sudah dalam keadaan tertelung kup di pinggir Sungai Linggoy. Melihat keadaan tersebut, saksi melaporkan kepada keluarga korban yang terletak di Desa Ratatotok Selatan. Disaat dalam perjalanan, saksi bertemu dengan anggota TNI Kopka Andi Najamudin yang akan menuju ke kebun Linggoy. Sehingga, saksi langsung menjelaskan penemuan mayat tersebut. Selanjutnya, sekira pukul 10.45 wita anggota TNI tersebut langsung datang melaporkan kejadian penemuan mayat di Polsek Ratatotok. Diterima langsung oleh anggota Polsek Ratatotok atas nama Aiptu E Kario, bersama Bripka R Winokan, serta Brigadir H Masie.

Disaat di konfirmasi Kapolsek Ratatotok Iptu Stenly C Korua membenarkannya, di Polsek Ratatotok telah masuk laporan oleh anggota TNI. Bahwa, telah terjadi penemuan mayat yang terletak di kebun Linggoy Desa Ratatotok satu Jaga IV.

“Berdasarkan laporan tersebut, anggota Polsek Ratatotok dengan cepatnya langsu ng menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kebun Linggoy. Selanjutnya, meminta keterangan saksi. Sedangkan korban sendiri langsung dibawah kerumah sakit, dan berkoordinasi dengan pihak Keluarga korban sendiri menolak untuk dilakukan otopsi. Dengan alasan keluarga sudah pasrah,”tutupnya. (Cia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.