Hercules Nahas Angkut Semen karena Permintaan Papua

oleh -174 Dilihat

JAKARTA, Swarakawanua.com – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya, mengakui pesawat nahas Hercules C-130 memang mengangkut semen dan logistik dengan total berat muatan sebanyak 12 ton.

Muatan itu atas permintaan pemerintah daerah setempat karena memang sangat dibutuhkan di sana.

“Itu atas permintaan pemerintah daerah (Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan Pemerintah Provinsi Papua). Karena logistik di Papua itu sangat dibutuhkan. Setiap ada permintaan, kita penuhi,” kata Jemi, Senin(19/12).

Dia menepis analisis dugaan yang menyebutkan pesawat dengan 12 kru dan seorang penumpang itu kelebihan muatan. Kondisi pesawat pun tidak bermasalah karena selalu menjalani pemeriksaan dan perawatan. Namun, katanya, kecelakaan itu ditengarai kuat akibat cuaca buruk di langit Papua.

“Cuaca di lokasi memang sangat tidak memungkinkan. Kemarin sudah disampaikan Wakasau (Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Muda TNI Hadiyan Sumintaatmadja),” ujarnya. 

KSAU Serahkan 12 Jenazah Kru Hercules Nahas kepada Keluarga TNI AU telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan pesawat militer itu.

Tim sudah diberangkat ke lokasi kecelakaan dan segera bekerja untuk penyelidikan. Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU jatuh Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Minggu pagi, 18 Desember 2016.

Pesawat itu terbang dari Timika dan hendak menuju Wamena. Sebanyak 12 prajurit TNI AU dan seorang petugas radar di dalam pesawat yang meninggal dunia. Wakil KSAU mengatakan bahwa pesawat itu juga sedang latihan dalam rangka peningkatan kemampuan penerbang dari kopilot menjadi kapten pilot. (Egen)

5855fae8358ff-bangkai-mesin-pesawat-hercules-tipe-a-1335-milik-tni-jatuh-di-jayawijaya_663_382

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.