Isu Kenaikan BBM Subsidi, Sopir Di Mitra “Menjerit”

oleh -714 Dilihat

MITRA, Swarakawanua.com-Isu kenaikan dari Bahan Bakar Minyak (BBM)akan dilakukan Pemerintah pusat telah membuat warga masyarakat cemas, terlebih mereka yang bekerja di sektor transportasi umum di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Seperti penelusuran Swarakawanua.com di SPBU Ratahan, Senin 29 Agustus 2022.

Seperti dikatakan salah satu sopir angkutan umum Langowan-Ratahan Soni mengatakan, kenaikan BBM begitu memberatkan kami para sopir angkot maupun sopir bentor.

“Berdasarkan informasi yang kami dapati bahwa, kenaikan BBM sekitar sepuluh ribu. Jujur saja kami sopir angkutan umum di Kabupaten Minahasa Tenggara tidak mampu,” ujar Soni.

Lebih lanjut dikatakan Soni, ditambahkan kondisi penumpang sekarang berkurang bukan seperti dulu lagi.

“Harapan saya kepada pemerintah, hanya sopir angkutan umum seperti ini. Jangan ada kenaikan BBM,” harap Soni.

Hal senada juga dikatakan Aswin yang seha rian merupakan sopir Becak Motor (Bentor) menuturkan, jika harga BBM bersubsidi jadi naik. Kami para sopir bentor yang hanya seharian mendapatkan 100 ribu, merasa sangat memberatkan.

“Jika harga BBM naik, otomatis, tarif bentor akan naik. Sedangkan penghasilan perhari hanya 100 ribu,” tutur Aswin.

Iapun berharap, sangat berharap, isu kenaikan harga BBM ini tidak diterapkan oleh pemerintah. Jika terjadi kenaikan maka orang pertama yang merasakan dampaknya adalah para sopir-sopir kecil seperti mereka.

“Sekarang saja, setiap orang itu tarifnya Rp 3 ribu tapi cuman satu sampai dua yang mau bayar, jadi boleh tidak ada kenaikan harga BBM, seperti biasa saja itu hanya,” tandasnya.(CIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.