Minut, Swarakawanua.com – Komitmen pemerintah dan masyarakat desa Laikit kecamatan Dimembe dalam mengangkat dan melestarikan budaya sebagai aset kearifan lokal mendapat apreseasi dari kementerian pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi RI. Buktinya dari 16.000 desa seluruh Indonesia, desa Laikit masuk dalam deretan 270 desa yang dinilai memenuhi syarat sebagai desa budaya.
Hery Manurung salah satu tim peninjau dari Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan mengatakan, desa Laikit layak dan pantas untuk masuk sebagai salah satu desa budaya karena memiliki sejumlah kekayaan budaya yang hingga saat ini masih terjaga. Desa Laikit menurutnya selain memiliki kekayaan seni melalui musik kolintang, juga memiliki sejumlah potensi budaya lain yang hingga saat ini terus dilestarikan.
“Banyak potensi budaya di desa Laikit ini yang terjaga dan lestari sehingga desa ini sangat layak untuk masuk sebagai desa Budaya. Ada tiga sasaran dalam program desa budaya ini yang ingin kita capai, yakni temu kenali potensi, pengembangan dan pemanfaatan budaya.”kata Manurung, Senin (1/10).
Lebih lanjut manurung menjelaskan, melalui program pemajuan desa ini, masyarakat diajak untuk menemukan dan mengenali potensi yang ada di desa sebagai pegangan sehingga bisa disingkronkan dengan program dari pemerintah pusat melaui kementerian. Dengan mengenali potensi yang ada pemerintah dan masyarakat tentu dapat mengembangkan dan memanfaatkan potensi yang ada tak hanya sebagai aset desa tapi juga bisa memberikan inkam buat desa memalui iven atau festival sebagai sara promosi potensi desa.
Marcel Ngangi yang merupakan daya desa sekaligus fasilitator yang ditunjuk Kemendikbud untuk desa Laikit menyampaikan terima kasih kepada tim dari kementrian yang telah mengunjungi desa Laikit dan memberi dukungan kepada pemerintah dan masyarakat untuk terus mengembangkan potensi budaya melalui program pemajuan desa.
“Masuknya Laikit sebagai salah satu desa budaya bersama 270 desa se-Indonesia merupakan kebanggan bagi pemerintah dan masyarakat desa. Ini juga merupakan momentum untuk memotivasi masyarakat agar mencintai budaya sebagai aset warisan para leluhur untuk dijaga dan dilestarikan.”ungkap Ngangi.
Sementara itu, Hukum tua desa Laikit Ferry F. Koloay menyambut baik kedatangan tim direktorat kementrian Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan RI di desa Laikit. Ia berharap program pemajuan desa ini bisa menjadi momentum yang tepat bagi desa Laikit untuk lebih dikenal masyarakat luas dari sisi seni dan budayanya.
“Bukan tidak mungkin desa budaya ini bida menjadi salah satu pendukung KEK pariwisata Likupang sebagai salah satu destinasi wisata budaya. Apalagi letak desa Laikit berada di jalur utama menuju DSP Likupang.”tutur Koloay. (MJS)