Jems Tuuk Minta Sekprov Sulut dan Kadis Dikda Selesaikan Persoalan di SMAN 1 Dumoga

oleh -365 Dilihat

Manado,Swarakawanua.com-Terjadinya unjuk rasa siswa-siswi SMA Negeri 1 Dumoga terkait pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan Kepala Sekolah SMAN 1 Dumoga, membuat Anggota DPRD Sulut dari Dapil Bolmong Raya

Ir Julius Jems Tuuk melakukan interupsi saat Rapat Paripurna DPRD Penyampaian LKPJ Gubernur Tahun 2022.

Hal ini disampaikan Jems Tuuk kepada Wakil Gubernur saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulut, Selasa (28/03/2023).

Jems Tuuk menyampaikan Kepala Sekolah melakukan penagihan dana komite di atas dana PIP yang dibagikan negara kepada siswa miskin. Dan celakanya lagi pemotongan dana PIP yang di ambil untuk membayar dana komite dengan cara mengumpulkan semua buku-buku rekening.

“Ketika dana ini turun dimobilisasi lah murid-murid ini ke bank, setelah keluar bank langsung dilakukan pemotongan. Parahnya lagi jumlah dana PIP yang di dapat RP. 1.000.000 dilakukan pemotongan sehingga siswa hanya mendapatkan Rp. 7.000, bahkan ada yang tidak menerima,” kesal Tuuk.

Sementara kata Jems Tuuk persoalan ini sudah sampai di meja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut.

“Saya sempat berdiskusi, ini adalah masalah pidana. Saya minta pak Wakil Gubernur segera menyelesaikan persoalan ini, karena ini berimplikasi hukum. Saya pastikan pak Sekprov akan terjerat dalam kejadian ini, karena pak Sekprov adalah pemimpin ASN yang bisa mengendalikan semuanya,” tegas Tuuk.

“Saya tidak mau pemerintah ini, orang lain yang makan nangka, kemudian Gubernur dan Wakil Gubernur yang kena getahnya,” jelas Tuuk.

Jems Tuuk Ingatkan kembali kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulut, jangan hanya suka jabatan tetapi tidak bisa mengatur kepala-kepala sekolah.

“Kalo saya yang jadi kadis pendidikan, saya pasti melepaskan jabatan karena tidak mampu, dan tidak berprestasi,” tegas Tuuk. (FT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.