Ketua Sinode Ingatkan Tantangan Gereja di Era 4.0

oleh -225 Dilihat
Ketua Sinode GMIM bersama Ketua BPW Tondano IV, Ketua Jemaat, Pelsus dan para penasehat Jemaat GMIM Eben Haezar Wulauan, serta pemerintah, saat pemasangan lilin dan tiup lilin pada HUT ke-119 jemaat.(Foto: dok/MeytaTimontiling)
Ketua Sinode GMIM Pdt Dr Hein Arina, bersama Ketua BPW Tondano IV, Ketua Jemaat, Pelsus dan penasehat Jemaat GMIM Eben Haezar Wulauan, serta pemerintah, saat pemasangan lilin dan tiup lilin pada HUT ke-119 jemaat.(Foto: dok/MeytaTimontiling)

TONDANO UTARA,Swarakawanua—Perubahan zaman berimplikasi juga pada tantangan yang dihadapi gereja. Hal ini diungkapkan Ketua Sinode GMIM Pdt Dr Hein Arina, saat menghadiri ibadah syukur HUT ke-119 Jemaat GMIM Eben Haezar Wulauan, Tondano Utara, Selasa (9/4). “Kalau 119 tahun yang lalu gereja diperhadapkan dengan tantangan kepercayaan lama, di era revolusi industri 4.0 ini, tantangan gereja sudah berubah,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, 4.0 adalah sebutan untuk revolusi industri ke-4 yang dimulai dengan revolusi internet. “Sekarang suasana di rumah-rumah tangga mulai berubah. Saat berdampingan, suami dan istri malah sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Mau makan, biar tidak berdoa, yang penting foto dulu. Hal-hal seperti ini menjadi tantangan juga bagi gereja,” tandasnya saat menyampaikan khotbah.

Diungkapkannya, perkembangan GMIM di 30 tahun terakhir ini menunjukkan adanya semangat untuk pemekaran. “Sudah banyak yang mendaftar. Ada Tumpengan Jalan Sea, Tounelet Sonder, juga Exodus Watutumou II. Saya sudah tandatangan pemekaran jemaatnya. Pertumbuhan jemaat cepat sekali. Sekarang sudah 125 wilayah,” ujar Pdt Arina sembari menambahkan, bahwa dirinya menjadi vikaris dan diteguhkan di GMIM Sion Tonsea Lama, Tondano Utara.

Ibadah syukur Jemaat GMIM Eben Haezer adalah puncak perayaan HUT ke-119 tahun. Menurut Ketua Panitia Hari-hari Raya Gereja Pnt Andrias Pongai, sebelumnya telah digelar rangkaian kegiatan, seperti jalan sehat dan aneka lomba seperti, lomba lari batu Anak Sekolah Minggu (ASM), lomba makan kerupuk gantung untuk kelompok usia remaja, lomba lari kelereng untuk Lansia, lomba lari balon untuk W/KI, dan lomba makan buah tercepat untuk P/KB. “Dan saat ini juga kita lombakan kue ulang tahun non terigu. Ini untuk mendukung program pemerintah terkait diversifikasi pangan yakni mencari sumber-sumber pangan lainnya,” ujar Pongai didampingi Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Pdt Deisy Ruru-Wenas STh.

Hadir juga dalam ibadah syukur, Bupati Minahasa Ir Roy Roring MSi, yang diwakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maudy Lontaan SSos, Ketua Badan Pekerja Wilayah (BPW) Tondano IV, Pdt Heski Manus MTh, Camat Tondano Utara Johnny Tendean AP MAP, Sekcam Aldrien Christian SSTP, dan Lurah Wulauan Veiby Lasut SE.(yaw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.