Kwitansi Sakti Tikus Bertoga Permalukan Unsrat

oleh -853 Dilihat
foto Doc.
foto Doc.
foto Doc.

MANADO, swarakawanua.com – Terkait dengan gaji calo yang ditilep Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, memaksa Tikus Bertoga mengeluarkan kwitansi sakti untuk membenarkan diri. Rektor Unsrat, Ellen Kumaat, ketika dikonfirmasi, melalui juru bicara Unsrat, Hezky Kolibu, awalnya berdalih tidak tau masalah adanya gaji calo yang ditilep, sementara masalah ini sudah beberapa kali di konfirmasi dan mendapat jawaban yang sama. “Saya tidak tau soal gaji calo nanti akan saya cek,” kata Kolibu.

Ketika di Tanya soal kesepakatan, sang jubir justru mengarahkan kepada Kabag Daniel Pangemanan. “Untuk kesepakatan sebaiknya di Tanya langsung kepada kabag Daniel,” katanya lagi.

Tak selang lama, melalui WhatsApp, Jubir mengirim 2 gambar kwitansi pengembalian biaya masuk Fakultas Kedokteran (faked) Unsrat Manado kepada  Zadrak Sandana yang diketahui sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Luwuk, dan diterima dara UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO.

Masing masing kwitansi berjumlah Rp 10 Juta dan  Rp 41 Juta 44 ribu 569 rupiah. Gaji calo yang dipotong sebesar Rp 51 004 569. “Sebaiknya dikonfirmasi kan lagi kepada korban,” kata Jubir.

Korban penilepan gaji (PNS) unsrat saat ditemui disalah satu rumah kopi di seputaran Kampus Unsrat, mengatakan bahwa jika memang kwitansi itu benar, kenapa tidak diberikan kepada kami karena itu uang kami. Seketika itu juga, korban langsung mengeluarkan bukti transfer dari Bank Mandiri, dengan pengirim atas nama Ronny Mandagi yang diketahui sebagai Sat Pam Unsrat dan penerima Zadrak Sandana dengan nomor rek 1510007258XXX yang di transfer tanggal 11 November 2016.

Soal kesepakatan yang dikatakan oleh Jubir Unsrat itu ada, dan saksinya adalah Kepala Ombudsman Perwakilan Sulawesi Utara, Hilda Tirajoh, dan Wakil Rektot 2, Flora Kalalo, beserta beberapa petinggi Unsrat Termasuk Daniel Pangemanan. “Dalam kesepakatan uang kami akan diserahkan kepada orang tua harus dihadapan kami dan disertai surat pencabutan perkara dari kepolisian. Penyerahan uang kami tidak tau dan kami tidak menerima bukti surat pencabutan perkara,” terang Olga yang di iyakan Maya selaku korban penilepan gaji dihadapan sejumlah LSM Anti Korupsi.   (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.