SULUT,Swarakawanua.com -Pemaparan Undang-Undang (UU) Pasal 71 ayat 5 menguraikan bahwa Anggota DPRD harus melakukan masa reses yang didalamnya perseorangan atau pun kelompok dalam meningkatkan kewajiban membuat laporan di Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.
Mewujudkan itu, dalam memiliki tugas untuk menyerap aspirasi rakyat, maka Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan masa reses dilaksanakan satu minggu yakni Selasa (26/4) sampai Selasa (3/5) dalam wilayahnya masing-masing.
Dalam masa reses tersebut masyarakat mengeluh dan menyampaikan aspirasinya untuk disampaikan kepada DPRD Sulut agar diperhatikan serta ditindak lanjuti.
Keluhan tersebut antara lain infrastruktur jalan, pendidikan, ekonomi, kesehatan, penambahan kantor Polsek, masalah pupuk, penyaluran beras miskin (raskin), serta dalam sektor kelautan dan perikanan.
Ambil andil dalam kegiatan tersebut yakni Ketua DPRD Sulut Dapil Kota Manado, Andrei Angouw yang diketahui melaksanakan reses di Pulau Manado Tua dan Bunaken.
Menarik, dari hasil reses tersebut adalah masalah pengadaan listrik dan air bersih yang selalu dikeluhkan masyarakat.Dimana terkait air bersih diharapkan dapat direalisasikan melalui pipa-pipa di rumah, dan parahnya masalah listrik masih terisolasi dengan dilakukan pemadaman sesuai waktu, yaitu Senin-Sabtu malam harinya gelap gulita selama 12 jam ( Pukul 18:00-06:00 Wita), dan hari Minggu dilakukan siang hari.
Masalah lainnya adalah jembatan tambatan kapal yang didapati dapat membahayakan keselamatan masyarakat karena tidak ada tangga serta keluasannya tidak memadai, juga masalah pekerjaan didominasi nelayan serta pertanian tanaman kelapa, cengkih dan pala yang terlihat belum mesejaterahkan rakyat.
Terpisah Anggota DPRD Sulut Dapil Bolmong Raya, Affan Rivandi Mokodongan, SH melakukan reses di Bolmong Raya (Kotamobagu) Kelurahan Upai dan Desa Pontodon juga menyerap aspirasi masyarakat.
Lewat penyerapan tersebut masyarakat Kelurahan Upai berharap diberikan pengadaan alat pengeras suara di tempat ibadah dan bantuan modal usaha seperti perbengkelan, kelompok pembuat kue, dan usaha warung.Selain itu diminta peralatan home industri berbasis ekonomi keluarga, peralatan home industri berbasis ekonomi keluarga, pengadaan sound system untuk Masjid, bantuan kelompok petani, pembuatan paving jalan lorong, permintaan dalam sektor Pendidikan seperti bantuan beasiswa studi siswa S1 dan S2, dan sektor pertanian yakni bantuan hand tractor.
Sementara masyarakat Desa Pontodon mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemerintah seperti bantuan pembangunan masjid, paving block jalan lorong, bantuan kelompok tani, bantuan kelompok ikan air tawar, bantuan pupuk dan bibit pertanian, juga pengembangan kelompok UKM, serta bantuan beasiswa.(RayganPoluan/Lipsus)











