Lebih Tinggi dari 2019, Gubernur Olly Umumkan UMP 2020 3.310.723

oleh -175 Dilihat
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE didampingi Sekprov Sulut Edwin Silangen SE MS dan Kadisnakertrans Sulut Ir Erni Tumundo MSi dan Dewan Pengupahan Sulut saat mengumumkan UMP Sulut tahun 2020, di kediaman pribadi Gubernur Olly di Kolongan, Kalawat, Minut, Jumat 1 November 2019.(Foto: ist)
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE didampingi Sekprov Sulut Edwin Silangen SE MS dan Kadisnakertrans Sulut Ir Erni Tumundo MSi dan Dewan Pengupahan Sulut saat mengumumkan UMP Sulut tahun 2020, di kediaman pribadi Gubernur Olly di Kolongan, Kalawat, Minut, Jumat 1 November 2019.(Foto: ist)
Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE didampingi Sekprov Sulut Edwin Silangen SE MS dan Kadisnakertrans Sulut Ir Erni Tumundo MSi dan Dewan Pengupahan Sulut saat mengumumkan UMP Sulut tahun 2020, di kediaman pribadi Gubernur Olly di Kolongan, Kalawat, Minut, Jumat 1 November 2019.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua– Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE akhirnya menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp.3.310.723. Dan penetapan UMP ini diumumkan langsung Gubernur Olly, Jumat 1 November 2019 pagi.
Menurut Gubernur, penetapan UMP 2020 sebesar Rp3.310.723 sudah berdasarkan kajian yang matang. “Apa yang kita laksanakan bersama dengan Dewan Pengupahan, begitu juga dengan seluruh stakeholder menyangkut pengupahan, maka hari ini 1 November 2019 sesuai Keputusan Gubernur tanggal 24 Oktober, menetapkan UMP Sulut tahun depan Rp3.310.723,” kata Gubernur Olly.
Angka ini lebih tinggi dibanding UMP 2019 sebesar Rp.3.050.000, terjadi kenaikan sebesar 8,51 persen. Gubernur Olly mengharapkan para pengusaha dapat menerima hasil keputusan ini. “Semoga masyarakat, dewan pengupayan, para.pengusaha dapat menerima apa yang sudah kami putuskan ini,” imbaunya.
Dan kepada perusahaan-perusahaan di Sulut, Gubernur menegaskan agar menerapkan upah sesuai dengan UMP Sulut 2020. “Kita akan operasi, apalagi perusahaan tambang emas, perusahaan besar misalnya pertamina. Laporkan jika ada yang tidak bayar sesuai UMP, kita langsung tutup,” tandasnya.
Di sisi lain tenaga kerja di Sulut diminta untuk meningkatkan etos kerja sehubungan dengan adanya kenaikan UMP ini. “Kita mendorong dinas dan balai untuk membantu pekerja yang handal, bisa menunjang pertumbuhan ekonomi secara nasional,” tambah Gubernur didampingi Sekprov Sulut Edwin Silangen SE MS, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo serta Dewan Pengupahan Sulut.(gyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.