Legi Beri Sambutan Meninggalnya Oma Tercinta Bupati Mitra, Sumendap:Sapa Bilang Ibu Tiri Kejam, Dikeluarga Sumendap Tidak Pernah

oleh -296 Dilihat

MITRA, Swarakawanua.com– Seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) turut berdukacita, atas meninggalnya Estelina Ani Rarang oma dari Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH dalam Keluarga Besar Sumendap Solang Rarang, Kamis 25 Februari 2021, bertempat di desa Makaaruyen, Kecamatan Modoindi ng, Kabupaten Minsel.

Dalam sambutan Pemerintah Kabupaten Mitra, yang dibacakan Wakil Bupati Drs Jocke Legi menyampaikan, turut berdukacita atas meninggalnya Oma Estelina Ani Sumendap Solang Rarang.

“Almarhum sendiri merupakan Oma dari Bupati Mitra James Sumendap SH, sosok almarhum sendiri merupakan sosok kebanggaan, dicintai oleh Keluarga. Bahkan seluruh warga masyarakat,” ujar Legi.

Legipun mengungkapkan, apabila kita telusuri lebih dalam lagi. Bahkan kita menyaksikan peristiwa dukacita hari ini, maka kita sadar kehidupan kita manusia sesungguhnya berada di dalam kuasa Tuhan. Hidup ini adalah oleh Tuhan dan untuk Tuhan maka terpujilah nama Tuhan,” pungkasnya.

“Keyakinan inilah kiranya menjadi sumber kekuatan, bahkan penghiburan bagi keluarga besar sedang dirundung duka. Karena itu dari lubuk hati paling dalam, atas nama pribadi keluarga dan mewakili pemerintah Kabupaten. Turut berdukacita atas berpulangnya almarhuma,” tutupnya.

Sementara itu dalam sambutan Bupati James Sumendap SH yang mewakili Keluarga mengatakan, apa artinya James Sumendap anak ditinggal ibu. Ternyata, papa dibesarkan oleh Oma Almarhum.

“Siapa bilang ibu tiri itu kejam? Di Keluarga Sumendap Solang Rarang tidak pernah,” ujar Bupati yang sempat meneteskan airmata.

Kami sampaikan, kalau orang-orang yang lahir tahun 32 sampai tahun 50 itu ada dua perjuangannya. Pertama, melawan maut karena alam, kedua, melawan maut karena penyakit.

“Orang- orang pilihan Tuhan ini, tidak meninggal cepat karena penyakit, tidak meninggal cepat karena alam,” ucap JS.

Ditambahkan Bupati, kami bersaudara ada banyak. Papa kami ada 10 kakak beradik, 63 Cucu, 84 Cece dan 30 cicit. Tapi kami sem ua, baku-baku sayang, baku-baku bae semua.

“Papa itu anak yang kedua dari 10 bersaudara, tetapi kadang papa memposisikan orang tua bagi ade-ade dan kakaknya,”

Namun disisi lain Sumendap bersyukur, dimasa Pademi Covid-19. Almarhum Oma Estelina Ani Sumendap Solang Rarang meninggal tidak karena Covid-19.

“Tidak ada gunanya kalau Almarhum pulang dari rumah sakit sudah di bungkus, langsung dikubur menggunak an Protokol Covid-19. Saya sangat bersyukur Oma meninggal tidak kena Corona,” ucapnya.

Diakhir sambutannya Sumendap mengucapkan, banyak terima kasih kepada saudara sekali yang telah ikut hadir dalam ibadah dukacita atas berpulangnya Mama, Oma kami tercinta.

“Kamipun tidak mampu membalas kebaikan saudara semuanya, biarlah Tuhan pasti akan membalas,” tutupnya.

Adapun terpantau Swarakawanua.com yang ikut hadir dalam ibadah pemakam an yaitu, kepala kejaksaan Negeri Minahasa Selatan I Wayan Eka Miartha, SH.,MH ,Wakil ketua TP PKK Mitra Pdt Erni Legi Rondonuwu, Sekda Mitra David H Lalandos AP.MM, Ketua DWP Lingkan Lalandos Mumek, para Asisten I, Asisten II dan Asisten III, seluruh kepala SKPD Kabupaten Mitra, Para Kabag, para Kaban, para camat.(CIA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.