Meiva Sepakat Perda Pembubaran dan Aset Dibahas

oleh -408 Dilihat

Meiva LintangMANADO.swarakawanua.com – Legislator Sulut, Meiva Lintang langsung sependapat dengan pemikiran tim akademisi kajian hukum, ketika panitia khusus (pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyertaan Modal yang diketuai Teddy Kumaat, kembali menggelar pertemuan, Senin (27/02).
Menurut Meiva, sebelum Ranperda Penyertaan Modal ditetapkan sebagai legalitas hukum atas usaha milik daerah, yakni PT Membangun Sulut Hebat (MSH). Kajian hukum harus benar-benar dibahas tuntas terlebih dahulu.
Srikandi Golkar Sulut Dapil Nusa Utara ini, juga sepakat kalau usulan tim akademisi, soal Perda Pembubaran dan Aset perlu untuk dipertimbangkan pimpinan DPRD Sulut, dan selanjutnya diberlakukan sebagai Perda yang mengatur secara tegas tindak tanduk nakal para pelaku usaha milik daerah.
“Selanjutnya pimpinan, apa yang disampaikan pihak pengkaji hukum (tim akademisi-red) perlu dipertimbangkan untuk dikembangkan kemudian pada pembahasan lebih lanjut. Kalau ada Perda Penelitian, ada Perda Penyertaan Modal, juga harus diikuti oleh Perda yang disebutkan dengan Perda Pembubaran dan Aset,” tutur anggota Komisi III itu, ketika diberikan kesempatan menyampaikan pendapat.
Meiva juga berpikir pembahasan secara matang soal kajian hukum, sangat penting. Sehingga dirinya, setuju dengan pemikiran anggota lainnya, yakni Denny Sumolang. Kejelasan hukum atas pelanggaran-pelanggaran yang nantinya terjadi sewaktu PT MSH mulai beroperasi patut dibahas tuntas.
“Kalau kita membuat Perda yang lembek, Perdanya so lembek apalagi penindakan internal jika terjadi pelanggaran dan sebagainya. Supaya kelihatan Perda kita tidak Perda banci, maka penting juga seperti dikatakan teman kita (Sumolang-red) tadi, punishmentnya kurang kelihatan dalam Perda ini,” tuntasnya. (oxo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.