MJP: Sosok Fanny Legoh Sangat Dibutuhkan di Lembaga DPRD Sulut

oleh -288 Dilihat

Manado,Swarakawanua.com-Kepergian Anggota DPRD Sulut Fanny Legoh membawa dukacita mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat dan rekan-rekan seperjuangan.

Dukacita mendalam dan rasa kehilangan pun diakui oleh para legislator sulut sepeninggalan almarhum Fanny Legoh.

Perasaan yang sama juga dirasakan Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan.

MJP mengakui bahwa sosok Fanny Legoh sangat dibutuhkan di lembaga DPRD Sulut.

“Banyak masukan, motivasi dan nasehat dari beliau kepada saya sejak masuk di DPRD Provinsi Sulawesi Utara,” Kata Wakil Ketua BAPEMPERDA DPRD Sulut, Kamis (12/01/2023).

Tidak sekedar narasi, kata MJP, namun pemikiran dan motivasi yang disampaikan, telah dimanifestasikan lebih dulu lewat tindakannya sebagai wakil rakyat.

“Kebersamaan sewaktu kami berada di Komisi IV tidak akan pernah terlupakan. Kesan saya, beliau orang baik, berkualitas, berani dan memiliki semangat ke-minahasaan yang kuat,” Kata MJP.

Baginya hidup harus bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Dalam hubungan tugas sebagai wakil rakyat, selayaknya berjuang sungguh-sungguh bagi kepentingan daerah, bangsa dan masyarakat.

“Pernah beberapa kali kami berbeda pendapat, namun kebijaksanaan dan kematangan beliau mampu membuat suasana tetap cair dan bersahabat,” tuturnya.

MJP pun mengulas kembali cerita waktu masih duduk bersama Almarhum Fanny Legoh di Komisi IV DPRD Sulut:

Paling saya ingat ketika saya meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengurangi anggaran pelaksanaan pemilihan Nyong-Noni Sulawesi Utara. Ketika itu beliau tidak setuju dan malah mengusulkan untuk menaikkan anggaran tersebut, tentu dengan berbagai pertimbangan kami masing-masing.

Perbedaan pendapat bagi kami merupakan suatu dinamika biasa dalam berorganisasi untuk memperkaya pilihan sikap organisasi dan mendorong kemajuan di lembaga legislatif. Kami tidak bermusuhan dan terpecah, malah beliau merangkul dan terus mendorong saya untuk konsisten dalam garis perjuangan untuk kepentingan rakyat Sulawesi Utara.

Diberbagai kesempatan saya sampai merasa “malu” terus mendapatkan apresiasi dari beliau. Saya sangat salut dengan sosok yang saya sapa “senior” om Fanny Legoh.

Satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah “ole-ole” dari beliau berupa Pakaian Adat Minahasa. Beliau yang mengantar dan menyerahkan langsung Pakaian Adat Minahasa kepada saya di Tuur Ma’asering Tomohon pada 29 Januari tahun 2021.

Pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka HUT ke-31 Kota Bitung tanggal 11 Oktober 2021, saya dengan bangga mengenakan pakaian adat Minahasa yang beliau beri.

Senior om Fanny merupakan sosok pejuang “Tuama Minahasa” yang konsisten mengembangkan dan melestarikan nilai adat dan budaya Minahasa.

Ada satu hal yang dititipkan dan terus diingatkan oleh beliau kepada saya. “Jang lupa beking tu Perda Kebudayaan”.

Pada Program Pembentukan Peraturan Daerah (PROMPEMPERDA) Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2023, salah satu yang telah ditetapkan untuk dibahas adalah Ranperda tentang Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Ini perjuanganmu senior om Fanny Legoh, semoga kami dapat menuntaskannya ! Beristirahatlah dalam damai Kristus.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman”. (2 Timotius 4:7).

Tuhan Yesus sumber penghiburan sejati akan menghibur dan menguatkan keluarga yang berdukacita.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.