Pembatasan Jam Operasional Tempat Usaha Bisa Mematikan UMKM

oleh -370 Dilihat

MANADO, Swarakawanua.com – Dalam upaya pengendalian penyebaran virus covid-19, Pemerintah Kota Manado dan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara memberlakukan pembatasan jam operasional bagi semua usaha yang ada di Kota Manado, semua tempat usaha diwajibkan tutup pada pukul 20.00 wita.

Dengan adanya pembatasan jam operasional ini justru bakal mematikan usaha mikro kecil menengah di Kota Manado. Hal ini dikatakan pelaku UMKM Ivanry Matu, ketika ditemui wartawan di RM Ocean 27, Rabu 10 Februari 2021.
Menurutnya, pemberlakuan pembatasan jam operasional tidaklah efektif karena mengakibatkan penururan omzet yang cukup signifikan bagi UMKM terutama rumah makan dan restoran, aturan ini bisa mematikan pelaku UMKM.

“Pengunjung rumah makan dan restoran itu paling banyak pada jam 19.00 – 21.00 dan ketika Pemerintah dan Polisi membatasi jam operasional pada 20.00 wita juga pengunjung langsung anjlok dan sebagian besar UMKM merugi dan terancam gulung tikar.

Seperti contoh di rumah milik saya, sebelum pemberlakuan pengunjung pada saat makan malam bisa mencapai 100 orang tapi saat ini hanya sekitar 10 orang setiap malamnya. Warga Manado jadi enggan keluar makan malam di rumah makan dan restoran karena pemberlakuaan jam malam. Ini sangat merugikan kami pelaku UMKM,” kata pemilik RM. Ocean 27 ini.

Ia mengatakan, pemerintah dan kepolisian harus meninjau kembali aturan pembatasan jam operasional tempat usaha di Kota Manado atau bahkan menghapus aturan ini dan mempersilahkan tempat usaha untuk melakukan jam operasional masing-masing tapi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Daripada membatasi jam operasional lebih baik pemerintah dan kepolisian menerapkan protokol kesehatan yang ketat di semua tempat usaha. Protokol kesehatan seperti mencuci tangan sebelum masuk, pemeriksaan suhu badan bagi semua pengunjung, semua wajib menggunakan masker, pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas atau bahkan pemeriksaan antigen rutin bagi semua karyawan tempat usaha. Hal seperti ini akan membantu eksistensi UMKM sekaligus pencegahan penyebaram virus covid-19,” ujar Matu.

Pemerintah seharusnya memikirkan efek domino jika UMKM tutup, karena UMKM merupakan usaha yang mampi bertahan di tengah era pandemi jadi seharusnya eksistensi UMKM diperhatikan pemerintah. UMKM merupakan salah satu penyumbang dalam angka pertumbuhan ekonomi jika angka pertumbuhan ekonomi turun efeknya juga akan dirasakan pemerintah seperti simpul-simpul ekonomi tidak bergerak sehingga daya beli masyarakat akan turun dan yang pasti jumlah pengangguran akan makin meningkat seiringnya pemutusan hubungan kerja besar-besaran karena tempat usaha gulung tikar.

“Tidak tepat pembatasan jam operasional ini, justru hanya akan mematikan UMKM dan menimbulkan masalah baru yang cukup pelik,” tukas Matu.(MEY)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.