Pendeta Hanny Pantouw: LMI Harus Berada di Semua Agama, Suku Mendukung Pemerintah dan Menjadi Berkat

oleh -579 Dilihat

Manado,Swarakawanua.com-Menyambut kelahiran Yesus Kristus Laskar Manguni Indonesia (LMI) melaksanakan Ibadah Natal yang berlokasi di M-Icon Wanea Manado, Sabtu (23/12/2023). Tonaas Wangko (TW) Pendeta Hanny Pantouw dalam penyampaian khotbah yang di ambil dalam Kisah Para Rasul 16:19-28 mengatakan ketika Paulus di tangkap, dianiaya dan di masukkan ke penjara yang dilakukan Paulus yaitu memuji Tuhan.

“Ketika paulus berserah dan andalkan Tuhan, maka Tuhan menunjukkan kuasanya,” ucap Pendeta Hanny Pantouw mengutik firman Tuhan dalam khotbahnya.

Menariknya Pendeta Hanny Pantouw mengatakan, disaat mempunyai masalah dan mengandalkan diri sendiri, maka mujizat Tuhan tidak akan pernah terjadi.

“Jika kita andalkan Tuhan, kita akan merasakan mujizat yang Tuhan nyatakan dalam kehidupan kita. Seperti yang kita lihat dalam firman Tuhan paulus dan silas ketika dimasukkan dalam penjara mereka berdoa dan memuji Tuhan, mereka mengandalkan Tuhan dan mujizat demi mujizat terjadi, belenggu penjara terbuka,” kata Pendeta Hanny Pantouw dalam khotbahnya.

Sementara Pendeta Hanny Pantouw dalam kesaksiannya menambahkan delapan (8) tahun  yang lalu ormas LMI terbentuk, dan baru pertama kali deklarasi yang dilaksanakan di kawasan megamas manado, di hadiri lima puluh ribu (50.000) orang.

“Keberadaan LMI sudah ada dimana-mana, LMI sebagai ormas adat terbesar di Indonesia sebagaimana pengakuan Kementerian Dalam Negeri RI dan memiliki kepengurusan sampai ke luar negeri yakni di tiga puluh (30) negara bagian di Amerika Serikat, dan ormas LMI berdiri dan masih ada sampai hari ini itu karna Yesus,” ucapnya.

Lebih lanjut Pendeta Hanny Pantouw sampaikan LMI dibentuk harus menjadi perekat berada di semua agama dan suku, mendukung pemerintah dan harus menjadi berkat.

“Saya sudah sering ingatkan kepada anggota LMI jika ada masalah harus berkoordinasi, karena disini saya sebagai ketum yang bertanggungjawab. Begitu pun kita harus mendukung TNI, Polri untuk menjaga keamanan negara ini,” tegas Pendeta Hanny Pantouw.

“Apabila sudah menyangkut NKRI kita harus menjadi garda terdepan, mempertahankan negara RI, dan harus sama-sama berjuang. Sebesar apapun LMI kita bukan pelanggar hukum, kita taat hukum tetap bersinergi untuk keamanan negara,” tambahnya.

Pendeta Hanny Pantouw mengungkapkan, tidak lepas dari masalah dirinya menyadari setiap apa yang Ia lakukan masih ada yang tidak senang.

“Sekalipun saya sudah melakukan yang baik, masih ada yang tidak suka. Saya harus menerima, dan sebaiknya saya berdoa untuk mereka,” tutup Pendeta Hanny Pantouw.

Turut hadir dalam ibadah Natal LMI
Sekretaris Provinsi Sulut (Sekprov) Steve Kepel ST MSi., mewakili Gubernur Sulut, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Legowo J.R Jatmiko SIP , MM., Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto SH., MH., Dandim 1309/Manado, Kolonel Inf Himawan Teddy Laksono, S.I.Kom., M.Tr(Han), Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Utara Haji Sarbin Sehe S.A.g , M.PD.i. Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut yang juga menjabat Dewan Penasehat DPP LMI, Tokoh-Tokoh Masyarakat, Tokoh-Tokoh Agama, Tokoh-Tokoh Pemuda, gabungan Ormas & LSM Adat, dan Ormas Muslim, Sekretaris Jenderal DPP LMI: Drs Trius Semuel Abas dan Ketua Dewan Pengawas DPP LMI Pendeta Stevanus Sumolang serta jajaran pengurus DPP LMI, DPD LMI Kabupaten dan kota dan Pasukan Khusus LMI, dan tamu undangan lainnya. (FT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.