Perdana! RKB Manossoh Di Manado Gelar Natal Yesus Kristus Tahun 2022

oleh -297 Dilihat

Manado,Swarakawanua.com-Rukun Keluarga Besar (RKB) Manossoh yang ada di Manado dan sekitarnya, Sabtu 17 Desember 2022 menggelar ibadah Natal bersama bertempat di rumah keluarga Paransi-Manossoh Malalayang satu barat. Ibadah perayaan Natal tersebut merupakan ibadah Natal perdana sejak rukun ini terbentuk tahun 2019 lalu.

Ibadah di pimpin oleh Pdt Ruland Bastian,STh dengan mengutip pembacaan Alkitab dalam kitab perjanjian baru Yohanes 5:1-4, 6-18 (TB) Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”
Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”
Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.
Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.”
Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Pdt Bastian menguraikan sebagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan orang-orang yang sakit berada di kolam betesda. Pada saat itu, berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

Lanjut kata Pdt Bastian mengatakan Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ, Yesus menawarkan kesembuhan kepada orang sakit tersebut, sehingga terjadilah mujizat dan orang sakit yang percaya perkataan Yesus menjadi sembuh.

Sementara itu, sanfransisco Manossoh selaku ketua rukun dalam sambutan dan pesan Natal menyampaikan bahwa perayaan ibadah Natal yang dilakukan setiap tahun bukan hanya seremonial saja tetapi merayakan Natal ini merupakan wujud kasih Allah sebagai karya penyelamatan umat manusia serta isinya di dalam dunia ini melalui kelahiran Yesus sebagai putra Natal. “Untuk itu, marilah kita menyambut Natal ini dengan hati yang damai dan penuh sukacita. Untuk saya mengucapkan selamat menyambut Natal Yesus Kristus 25 Desember 2022 dan selamat menyongsong tahun baru 01 Januari 2023, kiranya Tuhan memberkati dan menolong rukun persaudaraan kita,” ujar Sisco yang juga selaku Ketua Pewarna Indonesia Sulawesi Utara.

Di tempat yang sama, Tokoh Nusa Utara Max Siso dalam sambutannya mengatakan rukun keluarga besar Manossoh yang ada di perantauan dalam penyertaan Tuhan, sehingga dapat melaksanakan ibadah perayaan Natal Yesus Kristus tahun ini. “Semoga kasih Tuhan terus melimpah dan memberkati rukun keluarga besar Manossoh yang ada di perantauan dan semakin maju dan rukun dalam satu persaudaraan,” tutup staf khusus Gubernur bidang politik itu. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.