Pertemuan Silahturahmi Membuahkan Hasil Positif

oleh -556 Dilihat
Pertemuan Silahturahmi Antar Umat Beragama yang digelar oleh LMI.
Pertemuan Silahturahmi Antar Umat Beragama yang digelar oleh LMI.
Pertemuan Silahturahmi Antar Umat Beragama yang digelar oleh LMI.

MANADO. swarakawanua.com – Pertemuan silahturahmi antar umat beragama dan masyarakat Sulawesi Utara untuk menolak Hoax dan isu SARA yang digelar Rabu (24/10), bertempat di kawasan Bahu Mall, membuahkan hasil Positif. Kegiatan yang di gagas oleh LMI (Laskar Manguni Indonesia) ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama den beberapa unsur terkait diantaranya, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Sulut, Jimmy Yosadi, Ketua Umum LMI, pdt Hanny Pantow, DPD Ganki Sulut, Julianto Philip, Buddha Tridarma, Ferry Onibala, Ketum OKLBI, Berty Lumempow, Kepala Kesbangpol Sulawesi Utara, MM Onibala, Kyai Abdul Wahab Abdul Gafur yang adalah Ketum MUI Sulut, Temmy Assa Ketua Komisi Remaja Sinode Sulut, Gorontalo dan Sulteng, Wakil Ketua PWNU Sulut, Ulyas Taha M.pd, Dir Intelkam Polda Sult, Budhy Herwanto dan FKUB Sulut, Tedi Batisina.

Ketua Umum LMI, pdt Hanny Pantow, mengatakan bahwa silahturahmi yang di gelar tersebut sangatlah baik dan hasilnya positif, dan hal seperti itu seharusnya dijadikan hal yang baku oleh pemerintah sehingga tidak lagi ada kesan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dijadikan pemadam kebakaran, setiap ada masalah baru dipanggil setelah tenang tidak lagi kelihatan.

“Contoh kejadian yang di bandara dilihat dari sisi positif adalah membangunkan masyarakat, TNI/Polri dan pemerintah agar tidak menjadi keos di Manado, jika terkeos nantinya aka nada setingan dari kelompok yang memecah NKRI, bahwa itu keributan antar agama, jiks itu terjadi maka Ambon kedua akan tercipta di Manado. Damai saja cari duit susah apalagi situasi kacau, untuk itu diminta Masyarakat Sulawesi Utara khususnya Manado harus menyadari ini dimana semua masyarakat harus berperan menjaga keamanan,” imbau Pantow seraya menambahkan, silahturahmi ini juga akan mengurangi beban pemerintah, TNI dan Polri sehingga mereka bias bekerja dan menghadapi hal-hal yang lebih prinsip.

Hal serupa juaga diungkapkan oleh Ketua MUI Sulut, Kyai Abdul Wahab, bahwa kegiatah silahturahmi yang mempertemukan tokoh-tokoh agama serta beberapa unsur terkait sangatlah positif sekali, dan juga mencerminkan keadaan Sulawesi Utara yang dari dulu hidup rukun dan damai. “Ada oraang orang yang tidak bertanggung jawab yang menginginkan Sulut terlebih khusus Manado tidak aman dan damai. Dengan adanya pertemuan semacam ini dapat menepis cobaan dan unsur yang mengarah pada kerusuhan. Pertemuan silahturahmi ini harus dibina terus,” ucap Wahab.   (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.