Sebagian Besar Narkoba Berasal dari Luar Negeri, Ini Solusi yang Diungkap Wapres Maruf Amin

oleh -186 Dilihat
Sekdaprov Sulut Edwin Silangen mengikuti Puncak Peringatan HANI 2021 yang dilaksanakan secara virtual di kantor BNN Provinsi Sulut, Senin (28/06/2021).(Foto: ist)
Sekdaprov Sulut Edwin Silangen mengikuti Puncak Peringatan HANI 2021 yang dilaksanakan secara virtual di kantor BNN Provinsi Sulut, Senin (28/06/2021).(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com – Perang melawan narkoba di Indonesia memerlukan kerja sama sinergis antara seluruh pihak, baik di tingkat regional, nasional dan internasional. Ini dikatakan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2021, Senin 28 Juni 2021.

Dari Sulut, tampak Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Edwin Silangen mengikuti Puncak Peringatan HANI Tahun 2021, yang dilaksanakan secara virtual di kantor BNN Provinsi Sulut.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan tema ‘War on Drugs’ yang berarti ‘Perang Melawan Narkoba di Masa Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba’, di Istana Negara, Jakarta, dan diikuti secara virtual oleh kepala daerah se-Indonesia.

Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba, harus dilakukan secara tegas kepada para pelaku. Selain itu, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dari penyalahgunaan narkoba juga harus diperangi. “Tindakan yang tegas, keras dan terukur melalui upaya penegakan hukum sangat diperlukan, baik terhadap kasus narkotika itu sendiri maupun Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU),” tuturnya.

Wapres menyampaikan, memiskinkan para pelaku penyalahgunaan dan sindikat narkoba, bisa menjadi salah satu cara untuk menghentikan operasi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang tersebut. “Selain itu, perang terhadap peredaran narkoba di Indonesia juga memerlukan kerja sama dengan berbagai negara karena sebagian besar narkoba berasal dari luar negeri, antara lain sindikat kawasan segitiga emas dan bulan sabit emas,” jelasnya.

Oleh karena itu, Wapres meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dan seluruh komponen bangsa terkait untuk terus berperan aktif serta bekerja secara nyata dan serius guna memerangi sindikat narkoba. “Jangan cepat berpuas diri, jangan lengah, tetap waspada dan terus tingkatkan prestasi yang telah dicapai,” kuncinya.

Kepala BNN Petrus Reinhard Golose, mengatakan, upaya penanggulangan narkoba harus dilakukan secara holistik, baik dengan ‘hard power’ melalui pemberantasan dan ‘soft power’ melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi, serta ‘smart power’ melalui pengembangan teknologi informasi.

Dengan tagline baru, yaitu ‘War on Drugs’, Petrus Golose menegaskan, perang melawan narkoba masih dalam bingkai ‘human right’, dan sesuai koridor penegakan hukum yang profesional dan proporsional.

Turut hadir dalam kegitan ini Forkopimda Provinsi Sulut dan pejabat terkait lainnya di lingkup Pemprov Sulut.(dkips/gyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.