Print This Post Print This Post
Home / Advertorial / Semester I 2021, Program Unggulan Komoditi Pertanian Sulut Tetap Survive

Semester I 2021, Program Unggulan Komoditi Pertanian Sulut Tetap Survive

Kerja keras dibarengi strategi memajukan pertanian berhasil mendongkrak perekonomian Sulut di masa pandemi Covid-19 .(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw (OD-SK) dalam kepemimpinan memasuki semester I di periode kedua, masih berjalan di masa pandemi Covid-19.

Namun, walaupun sangat terbatas, spirit juangnya dalam menjalankan program unggulan tetap bergairah. Dan salah satu misi dalam pencapaian yang sangat memuaskan dengan penguatan ekonomi salah satunya bertumpu pada industri pertanian.

 

Wagub Sulut Steven OE.Kandouw menghadiri panen raya jagung hibrida varietas JH37 berbasis korporasi petani di Desa Leleko, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Jumat 11 September 2020.(Foto: ist)

 

Nilai ekspor komoditas pada triwulan pertama tahun 2021 mencapai Rp1,3 triliun, yang pencapaiannya meningkat 170% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang hanya Rp500 miliar. Potensi besar yang dimiliki Sulut saat ini, pengembangan tanaman jagung, yang dikembangkan melalui program perbenihan terus digenjot dalam menjawab kebutuhan di daerah Sulawesi Utara maupun sekitarnya.

Pesan Gubernur, kita boleh saja mengembangkan komoditas lain tapi jangan lupakan jagung.
Jagung selalu menjadi primadona usaha pertanian rakyat Sulawesi Utara.

 

Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat melepas ekspor komoditas pertanian Sulut ke 15 negara, Selasa 25 Agustus 2020 silam.(Foto: ist)

 

Dan sudah terbukti membuahkan hasil yang pencapaiannya sangatlah membanggakan.

Menurut Kadis Pertanian dan Peternakan Daerah Provinsi Sulut Ir Novly Wowiling, indikasi keberhasilan lainnya seperti jumlah sertifikat karantina triwulan I 2021 naik sebesar 79% dibandingkan dengan periode yang sama 2020 hanya 7.163 sertifikat.
“Kenaikan ini mengindikasikan peningkatan perdagangan produk pertanian di Sulut baik domestik maupun ekspor,” ujarnya.

 

Tahun 2021 semester I triwulan 1 dapat digambarkan bahwa sektor pertanian di masa pandemi Covid-19 tetap memberikan kontribusi yang positif, antara lain capaian
produksi padi, produksi jagung (pipilan kering), produksi kedelai (pipilan kering),
produksi komoditi hortikultura yakni cabe besar, tomat, dan bawang merah.

 

Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Ketua TP PKK Sulut Rita Dondokambey-Tamuntuan memberikan perhatian khusus pengembangan pertanian Sulut.(Foto: ist)

 

Dilihat dari struktur Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha yaitu struktur PDRB di Sulawesi Utara, sektor pertanian menempati urutan pertama dengan nilai pertumbuhan 21,7 %.

Sebagaimana diketahui, salah satu misi dalam RPJMD 2021-2026 adalah penguatan ekonomi yang bertumpu pada industri pertanian, perikanan, pariwisata dan jasa, pembangunan infrastruktur dan perluasan konektivitas.
Misi tersebut akan mendukung visi pembangunan Sulut sebagaimana termuat dalam RPJMD Tahun 2021-2026 adalah Sulawesi Utara maju dan sejahtera sebagai pintu gerbang Indonesia di Asia Pasifik.

Ketua DPR RI Puan Maharani saat kunjungan kerja ke Sulut belum lama ini, mengapreasi pertumbuhan ekonomi Sulut.
Ia menyampaikan, bahwa Sulut masuk kategori provinsi yang masih dalam kondisi yang bertumbuh, walaupun di situasi Covid-19.

 

Gubernur Sulut Olly Dondokambey turun sawah dan ikut panen padi.(Foto: ist)

 

Menurut Puan, banyak hal yang dilakukan, salah satunya adalah topangan hasil perkebunan, pertanian dan hasil laut sehingga masih bisa berjalan.
“Dari 34 provinsi di Indonesia, Sulut merupakan provinsi nomor 5 terbaik pertumbuhan ekonominya. Pertama Papua, Malut, Sulteng, DI Yogyakarta dan Sulut,” ujarnya seraya memberikan apresiasi kepada seluruh Forkopimda yang bergotong-royong menjaga kondisi provinsi Sulawesi Utara.

Ekonomi Papua, Maluku Utara, dan Sulawesi Tengah ditopang oleh pertambangannya, Daerah Istimewa Yogyakarta ditopang oleh konsumsi dari kegiatan mahasiswa/pelajar, sedangkan Sulawesi Utara, ditopang oleh hasil kebun, pertanian, dan hasil laut.(adv/dkips)

About Peggy Sampouw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *