Serahkan Bantuan Hibah, Wagub Steven Kandouw Sebut Pembangunan Rumah Ibadah dan Manusia Harus Paralel

oleh -914 Dilihat

MANADO, Swarakawanua.com – Bantuan hibah kembali disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) di bawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Kali ini, ada enam rumah ibadah yang mendapat hibah tersebut. Penyerahan bantuan hibah diserahkan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat beribadah dengan Jemaat GMIM Kalvari Parigi 7, Minggu (15/10/2023).

Dalam sambutannya, Wagub Kandouw menyampaikan bantuan hibah kepada rumah ibadah menjadi komitmen Gubernur Olly.

Bantuan hibah untuk rumah ibadah, ungkap Wagub Kandouw, sesuai dengan proposal yang disodorkan. Hingga kini ada dua ribuan proposal yang masuk, namun karena terbatas anggaran yang dapat baru 172 gereja, salah satu GMIM Kalvari Perigi 7.

“Kalau ditanya kenapa Kalvari dengan lima gereja lainnya, itu karena roh kudus yang menggerakan Pak Gubernur punya tangan. Bayangkan dari dua ribuan gereja yang dapat hanya 172 gereja,” kata Kandouw.

Bantuan tersebut, menurut orang nomor dua di Bumi Nyiur Melambai ini, untuk mewujudkan masyarakat Sulut yang rohani.

“Ini betul-betul kita berkomitmen. Kita tahu persis pemerintah punya program hebat dan berikhtiar untuk pembangunan segala aspek baik di provinsi dan Kota Manado. Tapi kalau masyarakatnya secara spiritual tidak bagus, bahaya. Dengan kata lain pembangunan itu memerlukan kerja sama. Kalau konsep sekarang yaitu gotong royong. Ada pemerintah, masyarakat, pengusaha, tokoh agama dan media,” ungkap Wagub Kandouw.

Di kesempatan ini, Wagub Kandouw juga meminta pembangunan rumah ibadah harus pararel dengan pembangunan manusia. Gereja harus menjadi kiblatnya jemaat, menjadi motivasi untuk menciptakan damai sejahtera. Gereja Kalvari harus memberikan harapan kepada jemaat. Selain damai sejahtera punya sukacita.

“Gereja harus mampu mengakselerasi jemaat. Tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin dan tahun ini tahun depan harus lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, Wagub menceritakan Amerika maju karena etika protestan yaitu kerja keras. Jadi jemaat Kalvari harus kerja keras dan berdoa.

“Pekerjaan itu ada yang tersedia dan ada yang kita ciptakan. Jangan hanya berpikir pekerjaan disediakan orang lain atau pemerintah. Torang juga bisa menciptakan lapangan kerja. Gereja harus mendorong entrepreneurship. Harus berusaha bukan mulai hal besar, tapi mulai dari hal yang kecil seperti jual pisang goreng,” kata Kandouw.

Wagub juga menambahkan, kehadiran mereka di sini karena roh kudus yang mendorong dan mudah-mudahan menjadi sukacita bagi jemaat.

“Saya mendorong pemuda-pemudi jemaat isilah masa mudamu dengan hal yang positif. Ditengah genjar-genjar kehidupan teknologi kita harus intervensi anak-anak. Kita harus ingatkan tentang nilai etika dan milintasi iman kita. Karena itu jangan lalai,” kata Kandouw.(mey)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.