Sidak Komisi ll DPRD Minut, Temukan Banyak Pelanggaran Di PT Royal Coconut

oleh -468 Dilihat

Minut, SwaraKawanua.com- Adanya laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi pencemaran lingkungan di Saronsong Satu (Dembet) oleh PT Royal Coconut di tindak lanjuti oleh Komisi II DPRD Minut.

Dibawah pimpinan Ketua Komisi II Jimmy Mekel di dampingi Wakil Ketua DPRD Minut Olivia Mantiri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di PT Royal Coconut Selasa (9/2/2021).

Di hasil sidak tersebut para wakil rakyat banyak menemukan pelanggaran oleh PT Royal Coconut. Yang paling di soroti yakni Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

“Sidak ini kami lakukan guna menindak lanjuti laporan masyarakat. Sebagaiman limbah dari PT tersebut telah meluap melalui selokan,” kata Stendy Rondonumu Anggto Komisi II.

SSR sapaan akrab anggota DPRD dari Partai Demokrat ini dengan tegas mengatakan IPAL PT Royal Coconut ini tidak sesuai dengan aturan yang ada.

“Yang ada hanya saluran pembuangan limbah air kelapa. Kami dapati di pemukiman air kelapa mengalir sampai ke pemukiman warga kelurahan sarongsong 1 dan kelurahan Rap-rap kecamatan airmadidi. Sehingga, adanya limbah tersebut .enimbulkan bau busuk dan sumur-sumur warga di seputaran Kompleks Ex Pabrik PT Poleko tersebut tercemar sehingga tidak bisa digunakan,” kata SSR dengan tegas.

Ditempat yang sama Ketua Komisi II Jimmy Mekel, kunjungan ini adalah bagian dari fungsi pengawasan DPRD.
“Dengan adanya hasil kunjungan ini, dalam waktu dekat kami komisi 2 akan panggil untuk hearing pihak perusahan bersama instansi terkait dalam hal ini dinas lingkungan hidup,” tambah Mekel.

Sementara itu, masyarakat sekitar yang terkena dampak limbah mengatakan hal ini sudah berlarut begitu lama. Deny menjelaskan jika hujan turun air limbah sering meluap bahkan air sumur sendri terkena dampaknya.

“Bukan hanya air sumur saja. Tiga tahun lalu ikan-ikan di kolam saya juga mati karena sampah limbah dari perusahaan,” kata Deny.

“Saya berharap hal ini dapat diperhatikan oleh pihak perusahaan karena hal ini sudah berlangsung terlalu lama dan kami sudah merasakan dampaknya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : KEP-51/MENLH/10/1995, tentang Baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri, bahwa untuk melestarikan lingkungan hidup agar tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan limbah cair ke lingkungan;
bahwa kegiatan industri mempunyai potensi menimbulkan pencemaran lingkungan hidup, oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan limbah cair dengan menetapkan Baku Mutu Limbah Cair;
bahwa untuk melaksanakan pengendalian pencemaran air sebagaimana telah ditetapkan dalam Pasal 15 Peraturan Pemerintahan Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air perlu ditetapkan lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup tentang Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri. (Mario)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.