Tegas!!! William Luntungan Minta APH Proses Hukum Oknum Penjual Beras Bantuan Bulog

oleh -151 Dilihat

Minut, Swarakawanua.com – Apa jadinya beras bantuan untuk masyarakat diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan pribadi?, Hal ini diduga terjadi Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat.
Dimana, program bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan beras dan dalam rangka mengantisipasi masalah kekurangan pangan, gejolak harga, keadaan darurat akibat bencana dan kerawanan pangan.

Namun, hal tersebit seolah-olah tak digubris oleh salah satu oknum kepala jaga (Pala) di Desa Suwaan. Informasi yang didapat media ini, oknum pala tersebut, memperjualbelikan bantuan beras di warung-warung sekitar.

Sedangkan, menurut informasi dari masyarakat, para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) belum menerima bantuan beras.

Hal ini juga, sudah dilaporkan kepada Sekda Minut Novly Wowiling, namun hingga saat ini belum ada tindakan apa-apa dari Pemkab Minut.

“Bukan hanya di jaga IV, ada juga di jaga lainya, beras tersebut sudah diperjualbelikan. Kami tidak menerima bantuan, kata pala nanti bertahap. Sejak masalah ini viral, bantuan kami sudah disalurkan, tapi dari tahap pertama sampai ke tiga, kami tidak menerima bantuan,” kata salah satu masyarakat yang tidak ingin namanya dipublish.

Pihaknya hanya meminta untuk oknum pala tersebut diproses hukum, karena sudah dengan sengaja memperjualbelikan bantuan dari pemerintah.

“Kami tidak ingin minta ganti rugi bantuan yang belum kami terima dari tahap satu sampai tiga, yang kami minta oknum ini diproses hukum,” pintanya.

Sementara itu, Aktivis Minahasa Utara (Minut) William Luntungan jika hal tersebut benar adanya, dirinya mengecam tindakan memperjualbelikan bantuan dari pemerintah pusat tersebut.
“Ini harus diproses hukum karena dengan sadar sudah memperjualbelikan bantuan yang bersumber dari APBN ini,” tegasnya.

Aktivis yang dikenal vocal ini, mengkritik pemerintah kabupaten Minut, dalam hal ini Sekda Novly Wowoling yang terkesan lambat menanggani hal tersebut.

“Lambat dan terkesan ada pembiaraan, masa laporan sudah dari hari senin, belum ada tindakan sampai sekarang?. Padahal pak sekda sudah tau itu. Ini harus ada tindakan, jangan ada pembiaraan,” tandasnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi Sekda Minut Ir Novly Wowoling MSi belum ada tanggapan, ketika dihubungi lewat via WhatsApp belum juga dibalas. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.