Terapkan Strategi Green Finance Gubernur Olly sebagai PSP, Realisasi KUR BSG Q2 2022 Lampaui Target

oleh -1831 Dilihat
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat menyampaikan sambutan.(Foto: ist)
Gerdi Worang saat turut bersama Bank SulutGo, meningkatkan kapasitas SDM melalui suatu pendidikan.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com– Pencapaian luar biasa dalam kinerjanya makin menunjukkan performance Bank SulutGo yang unggul.
Pada kuartal kedua tahun 2022 ini (Q2), Bank SulutGo yang dipimpin Direktur Utama Revino Pepah berhasil membukukan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang melampaui target hingga 113 persen.
Ekonom Sulut Gerdi Worang SE BSBA MComm menilai, manajemen bank daerah ini berhasil membidik potensi yang ada di Sulut dan di Provinsi Gorontalo. Dimana sebagai Pemilik Saham Pengendali (PSP), Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE kepada manajemen Bank SulutGo memberikan petunjuk agar dapat meningkatkan KUR kepada UMKM di Sulut dan Gorontalo dengan memperhatikan prinsip ‘green finance’. “Ini dikarenakan struktur profesi penduduk di kedua provinsi ini mayoritas bekerja di industri pertanian. Dan buktinya, konsep green finance atau pembiayaan yang pro lingkungan ini sangat cocok,” ujar lulusan Business Marketing di Oklahoma State University dan mendapat gelar PhD Management and Governance di Murdoch University ini.

Diketahui, pemegang saham Bank SulutGo (Sulut dan Gorontalo) terdiri dari Gubernur Sulut (Pemegang Saham Pengendali), Gubernur Gorontalo, bupati/walikota di dua provinsi ini, dan Mega Corp Group. Seperti diatur dalam UU bahwa BPD SulutGo adalah ‘backbone’ atau tulang punggung ekonomi di daerah.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat ini mengatakan, Bank SulutGo sudah 61 tahun membangun daerah agar ada pertumbuhan ekonomi yang significant dan berkelanjutan. “Ini terbukti BSG bisa melampaui target KUR di quartal 2 tahun 2022 sebesar 113%. Ini pencapaian luar biasa, ” sambungnya.

Sementara, Direktur Utama BSG, Revino Pepah memberikan informasi bahwa dalam penyaluran KUR, BSG mempunyai cluster yang berprinsip pada kearifan lokal. “Seperti KUR Bakobong, Batibo, dan Perempuan Hebat. Cluster atau pengelompokan usaha ini diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mendapatkan penghargaan oleh OJK Pusat,” ungkap Pepah pada suatu kesempatan.(*/gyp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.