Wagub Steven Kandouw Minta Seluruh Kabupaten dan Kota Perangi Stunting

oleh -258 Dilihat
Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw saat menyampaikan arahan pada Rakorev Penanganan Stunting Tahun 2021 serta Penilaian terhadap 4 Kabupaten Lokus Dalam Upaya Konvergensi Penanganan Stunting Tahun 2020 di Provinsi Sulut, di Hotel Luwansa Manado, Rabu 2 Juni 2021.(Foto: ist)
Wagub Sulut Drs Steven OE Kandouw saat menyampaikan arahan pada Rakorev Penanganan Stunting Tahun 2021 serta Penilaian terhadap 4 Kabupaten Lokus Dalam Upaya Konvergensi Penanganan Stunting Tahun 2020 di Provinsi Sulut, di Hotel Luwansa Manado, Rabu 2 Juni 2021.(Foto: ist)

 

MANADO, Swarakawanua.com – Pencegahan terhadap stunting itu sangatlah penting. Untuk itulah Wakil Gubernur Sulawesi Utara Drs Steven O.E Kandouw meminta kepada seluruh kabupaten dan kota untuk sama-sama memerangi gizi buruk di daerah ini.
Hal itu dikatakan Wagub saat memberikan arahan pada kegiatan Rakorev Penanganan Stunting Tahun 2021 serta Penilaian Terhadap 4 Kabupaten Lokus Dalam Upaya Konvergensi Penanganan Stunting Tahun 2020 di Provinsi Sulut, yang digelar di Hotel Luwansa Manado, Rabu 2 Juni 2021.

Wagub tak lupa menyampaikan apresiasinya kepada daerah Bolmut yang menjadi juara nasional dalam penanganan stunting, dan karena itu maka pencanangan dilakksanakan di Bolmut oleh BKKBN. “Ini jadi prime mover untuk kabupaten dan kota lainnya di Sulawesi Utara,” ujar Wagub dalam kegiatan yang juha dihadiri Bupati dan Walikota.

Wagub Kandouw juga meyakini para kepala daerah yang baru, pasti tahun depan dengan regulasi strategis, maka Sulawesi Utara akan juara satu.
“Ini satu hal yang perlu jadi keroyokan kita bersama,” ujarnya.
Kepala Bappeda Provinsi Sulut Ir Jenny Karouw melaporkan betapa pentingnya keseriusan dan intervensi dari pemerintah daerah agar terjadi angka penurunan yang signifikan, dibanding daerah lain yang tidak memberikan perhatian khusus terhadap kasus stunting ini. “Jadi yang bukan lokasi khusus upayanya biasa saja, sehingga ada penurunan tapi kecil. Lebih lambat dibanding daerah yang mendapat perhatian khusus,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, di Kabupaten Bolmut itu secara provinsi termasuk terbaik karena mampu menurunkan 43 persen menjadi 9 persen. Jadi cukup drastis penurunannya.
Sementara di Kota Tomohon itu angka stuntingnya relatif rendah. Tetapi terjadi peningkatan karena pertambahan stunting tahun ke tahun. “Jadi jangan merasa puas dari yang tidak tinggi, tetapi ada potensi pertambahan dari tahun ke tahun,” imbaunya.
Dan untuk Kota Manado sendiri menurutnya masih perlu ada penanganan yang serius. “Karena masalah sosial, banyak kasus kelahiran anak di luar pernikahan. Kemudian masalah sanitasi lingkungan. Di sisi lain, soal integrasi pembiayaan juga mendapatkan perhatian penting dari pemerintah daerah. Kerahkan dandes, misalnya membangun jamban masyarakat. Ada yang secara komunal, artinya bangun toilet umum,” jelas Karouw.

Menurut Karouw, karena ini program nasional dan target Indonesia akan zero persen terhadap stunting, maka semua kabupaten kota harus beri perhatian khusus.

Ia memberikan apresiasi pelaporan kabupaten kota terkait stunting, apalagi progres signifikan penurunan stunting posisi tahun 2020 semuanya relatif kecil.

Selanjutnya Wagub dan undangan meninjau stand yang ada dan dilanjutkan dengan paparan dari bupati kab/kota.
Acara dihadiri oleh instansi terkait tingkat provinsi, kabupaten/kota.(dkips)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.